Belajar Usaha Membangun Perumahan (Bagian ke-2)

Rabu, 29 Juli 2020 - 11:12 WIB
RAP juga memuat rencana penerimaan (cash in) baik dari sisi investasi modal kerja, maupun penerimaan dari konsumen seperti dari booking fee, uang muka, maupun pelunasan pembayaran unit rumah. (Baca: Belajar Usaha Membangun Perumahan untuk Pemula)

Setelah RAP disusun, maka sepintas sudah dapat dilihat total biaya yang harus dikeluarkan dan total rencana penerimaan dari hasil penjualan unit rumah. Dengan demikian, sudah tercermin nilai keuntungan (margin) yang akan diperoleh dalam proyek pembangunan perumahan yang direncanakan, yaitu dengan menghitung selisih antara penerimaan dan pengeluaran.

Rangkaian kegiatan rencana keuangan lainnya dilanjutkan dengan membuat cash flow. Kegiatan ini merupakan membuat posting keuangan berdasarkan waktu transaksi yang harus dilakukan. Pembuatan cashflow biasanya didahului oleh pembuatan forecasting penjualan. Cashflow memberikan cerminan jangka waktu pembangunan proyek perumahan yang dibangun dan dikaitkan dengan eksekusi biaya yang harus dikeluarkan berdasarkan waktu.

Sebagai contoh, pembelian lahan akan dilakukan pada bulan pertama berdasarkan jangka waktu yang sudah ditentukan, artinya biaya pembebasan lahan akan dibayarkan pada bulan pertama. Begitu juga biaya-biaya lain yang harus dibayarkan akan disesuaikan dengan waktu yang sudah direncanakan berdasarkan periode pembangunan proyek perumahan yang dimaksud. (Baca juga: Yuk Manfaatkan Peluang, Anak Milenial Juga Bisa Bisnis Properti)

Demikan pula rencana penerimaan atau cash in sudah ditentukan berdasarkan perkiraan sesuai dengan forecasting penjualan rumah yang sudah direncanakan sebelumnya. Contohnya, penerimaan booking fee dan uang muka direncanakan pada bulan kedua dan peneriman pelunasan akan diterima pada bulan keempat setelah konsumen melakukan akad kredit dari pihak perbankan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!