Tekor! Bukalapak PHK Karyawan 5 Persen Bulan Ini
Jum'at, 11 Agustus 2023 - 17:04 WIB
Bukalapak akan melakukan PHK di bulan ini. Foto/Dok
JAKARTA - PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) melakukan pemutusan hubungan kerja ( PHK ) terhadap sekitar 5% dari jumlah karyawannya saat ini. Manajemen mengatakan periode pemangkasan tenaga kerja ini akan berlangsung sepanjang periode Agustus 2023.
"Jumlah karyawan yang dilakukan PHK kurang dari 5 persen di periode pelaksanaan ini," kata Direktur dan Sekretaris Perusahaan BUKA Teddy Nuryanto Oetomo di Jakarta, Jumat (11/8/2023).
Proses PHK dilakukan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Semua karyawan terdampak, terang Teddy, telah memperoleh kompensasi sesuai UU No. 6 Tahun 2023.
Ia menerangkan Bukalapak tengah melakukan evaluasi terhadap kinerja bisnis saat ini. Salah satunya dengan melakukan perubahan kebutuhan pekerja. Langkah efisiensi tenaga kerja juga diadakan untuk mengoptimalisasi operasional perusahaan.
"Hasil dari evaluasi ini ditindaklanjuti dalam bentuk rencana perubahan di berbagai area termasuk perubahan dari sisi produk, teknologi, proses, dan kebutuhan sumber daya," paparnya.
Teddy menegaskan kegiatan operasional masih berkalan seperti biasa menyusul adanya kebijakan ini. "Segala perubahan memiliki tantangannya, tapi kami percaya hal ini diperlukan untuk memastikan keberlanjutan bisnis kami dalam jangka panjang," jeas Teddy.
"Jumlah karyawan yang dilakukan PHK kurang dari 5 persen di periode pelaksanaan ini," kata Direktur dan Sekretaris Perusahaan BUKA Teddy Nuryanto Oetomo di Jakarta, Jumat (11/8/2023).
Proses PHK dilakukan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Semua karyawan terdampak, terang Teddy, telah memperoleh kompensasi sesuai UU No. 6 Tahun 2023.
Ia menerangkan Bukalapak tengah melakukan evaluasi terhadap kinerja bisnis saat ini. Salah satunya dengan melakukan perubahan kebutuhan pekerja. Langkah efisiensi tenaga kerja juga diadakan untuk mengoptimalisasi operasional perusahaan.
"Hasil dari evaluasi ini ditindaklanjuti dalam bentuk rencana perubahan di berbagai area termasuk perubahan dari sisi produk, teknologi, proses, dan kebutuhan sumber daya," paparnya.
Teddy menegaskan kegiatan operasional masih berkalan seperti biasa menyusul adanya kebijakan ini. "Segala perubahan memiliki tantangannya, tapi kami percaya hal ini diperlukan untuk memastikan keberlanjutan bisnis kami dalam jangka panjang," jeas Teddy.
Lihat Juga :