Mantan Ekonom Gedung Putih: Negara-negara BRICS Bisa Hancurkan Dolar

Rabu, 08 November 2023 - 14:12 WIB
Penambahan Arab Saudi secara khusus dapat memberikan keuntungan besar bagi BRICS+. Negara Timur Tengah ini memiliki lebih dari USD100 miliar obligasi pemerintah AS, yang telah membantu meningkatkan total kepemilikan BRICS di US Treasury menjadi lebih dari USD1 triliun.

"Negara-negara BRICS+ tidak perlu menunggu sampai mata uang perdagangan bersama memenuhi kondisi teknis khas mata uang cadangan global sebelum mereka mengayunkan bola perusak ekonomi mereka yang baru saja diperbesar ke arah dolar," ujarnya, dikutip dari Business Insider, Rabu (8/11/2023).

Sullivan menunjuk pada yuan China, yang mengungguli mata uang global lainnya dalam perdagangan, karena mitra-mitra dagang Beijing meningkatkan penggunaan renminbi. Pada akhirnya, tren-tren tersebut dapat membantu menempatkan greenback pada posisi sama dengan pound Inggris. Sullivan pun memperingatkan bahwa dolar pernah tergelincir dari dominasi internasional pada tahun 1800-an.

Baca Juga: Deretan Negara Asia yang Gencar Dedolarisasi, dari China hingga Arab Saudi

Ekonom-ekonom lain berpendapat bahwa peran dolar AS sebagai mata uang perdagangan dan cadangan devisa utama di dunia kemungkinan besar akan terus berlanjut untuk waktu lama. Data dari Bank of International Settlements dan Dana Moneter Internasional (IMF) menunjukkan greenback masih mengalahkan mata uang saingannya dalam perdagangan internasional dan cadangan devisa bank sentral dengan selisih yang cukup besar, dan yuan hanya membuat keuntungan kecil baru-baru ini dalam pundi-pundi bank sentral.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!