Badan Otorita Buka-bukaan Soal Kabar 2 Investor Mundur dari Proyek IKN
Kamis, 04 Januari 2024 - 18:51 WIB
Badan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menepis kabar mundurnya dua calon investor di proyek ibu kota baru. Foto/Dok
JAKARTA - Badan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menepis kabar mundurnya dua calon investor di proyek ibu kota baru , yaitu perusahan Grup Djarum milik pengusaha Budi Hartono, dan perusahaan Wings Group milik Wiliam Katuari.
Baca Juga: Investor Asing Belum Groundbreaking di IKN, Badan Otorita Ungkap Sebabnya
Deputi Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN, Agung Wicaksono memastikan, kedua perusahaan tersebut tidak mundur dari rencana investasi di IKN di proyek ibu kota baru, bahkan siap untuk melakukan groundbreaking pada tahap berikutnya.
"Tidak betul (Grup Djarum dan Wings Group mundur)," kata Agung saat dihubungi MNC Portal di Jakarta, Kamis (4/1/2023).
Baca Juga: Konglomerat RI Tanam Duit Rp41 Triliun ke Proyek IKN Sepanjang 2023
Lebih lanjut Agung menjelaskan, Grup Djarum dan Wing Group saat ini masih tergabung dalam konsorium Nusantara yang dipimpin oleh perusahaan Agung Sedayu Group milik konglomerat Sugianto Kusuma alias Aguan dengan nilai investasi yang sudah direalisasikan sebesar Rp23,1 triliun.
Baca Juga: Investor Asing Belum Groundbreaking di IKN, Badan Otorita Ungkap Sebabnya
Deputi Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN, Agung Wicaksono memastikan, kedua perusahaan tersebut tidak mundur dari rencana investasi di IKN di proyek ibu kota baru, bahkan siap untuk melakukan groundbreaking pada tahap berikutnya.
"Tidak betul (Grup Djarum dan Wings Group mundur)," kata Agung saat dihubungi MNC Portal di Jakarta, Kamis (4/1/2023).
Baca Juga: Konglomerat RI Tanam Duit Rp41 Triliun ke Proyek IKN Sepanjang 2023
Lebih lanjut Agung menjelaskan, Grup Djarum dan Wing Group saat ini masih tergabung dalam konsorium Nusantara yang dipimpin oleh perusahaan Agung Sedayu Group milik konglomerat Sugianto Kusuma alias Aguan dengan nilai investasi yang sudah direalisasikan sebesar Rp23,1 triliun.
Lihat Juga :