Imbas Gejolak Timur Tengah, Subsidi BBM Bisa Bikin Pusing Pemerintah Baru

Senin, 15 April 2024 - 16:51 WIB
Namun, lanjut dia, konflik yang terjadi antara Iran dan Israel ini juga akan memunculkan tantangan besar bagi Indonesia, khususnya bagi pemerintahan yang baru. Sebab, apabila terjadi eskalasi konflik, maka pemerintah akan dihadapkan pada meningkatnya ketidakpastian yang berkaitan dengan anggaran dan tantangan fiskal.

Dilema subsidi bahan bakar minyak (BBM), tegad dia, akan semakin mengemuka. Pengelolaan subsidi BBM menurutnya akan menjadi penting, dengan potensi untuk mengurangi subsidi untuk menghadapi peningkatan defisit anggaran. Hal ini menurutnya menjadi tantangan besar bagi presiden terpilih Indonesia yang akan memasuki masa jabatan dalam enam bulan ke depan.

"Nah ini pemerintah yang baru, masih 6 bulan lagi, banyak hal-hal bisa terjadi dalam 6 bulan itu. Tapi kalau terjadi eskalasi, pemerintah baru yang akan masuk di bulan Oktober akan mengalami ketidakpastian yang tinggi, harga minyak yang tinggi," tuturnya. Mari berpendapat, jika kenaikan harga minyak tak terelakkan, maka mengurangi subsidi BBM mungkin perlu dilakukan. "Timbul dilema lagi mengenai harga minyak, mengenai subsidi BBM," tandasnya.

Baca Juga: Serangan Cuma Sehari, Seriuskah Iran dan Israel Berperang?

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tutuka Ariadji mengakui harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) berpotensi menyentuh angka USD100 per barel pascaserangan Iran ke Israel.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!