5 Mata Uang Terlemah Dunia versi Forbes 2024, Rupiah Ada di Dalamnya
Jum'at, 05 Juli 2024 - 17:17 WIB
Rial Iran adalah mata uang termurah di dunia. Penurunan nilainya dapat dijelaskan oleh berbagai faktor. Pertama, berakhirnya Revolusi Islam pada tahun 1979 diikuti oleh penarikan investor asing dari negara ini. Program nuklir dan perang Iran-Irak juga memainkan peran besar, menyebabkan kesulitan keuangan dan kerusuhan politik lainnya di Iran.
2. Dong Vietnam (VND) 1 INR = 301 VND
Negara ini telah lama mengikuti ekonomi terpusat. Meskipun negara ini memulai jalur pembentukan ekonomi pasar, jalan yang harus dilalui masih panjang. Mata uangnya sangat terdevaluasi saat ini, namun ada kemungkinan mata uang ini akan membaik seiring dengan perbaikan ekonomi. Baca Juga: Ledakan Guncang Pabrik Senjata AS yang Memproduksi Hulu Ledak Rudal Javelin
3. Sierra Leonean Leone (SLL) 1 INR = 277 SLL
Sierra Leonean Leone adalah mata uang Afrika yang sangat terpengaruh oleh kemiskinan. Afrika memiliki sejarah skandal keuangan, korupsi, dan konflik termasuk perang saudara yang keji di wilayah Afrika barat.
Semua ini menyebabkan kejatuhan ekonomi negara dan nilai mata uangnya. Infeksi Ebola menambah penderitaan Sierra Leone, dan merupakan faktor konstan yang memengaruhi populasi negara yang semakin menghabiskan bantuan keuangan.
2. Dong Vietnam (VND) 1 INR = 301 VND
Negara ini telah lama mengikuti ekonomi terpusat. Meskipun negara ini memulai jalur pembentukan ekonomi pasar, jalan yang harus dilalui masih panjang. Mata uangnya sangat terdevaluasi saat ini, namun ada kemungkinan mata uang ini akan membaik seiring dengan perbaikan ekonomi. Baca Juga: Ledakan Guncang Pabrik Senjata AS yang Memproduksi Hulu Ledak Rudal Javelin
3. Sierra Leonean Leone (SLL) 1 INR = 277 SLL
Sierra Leonean Leone adalah mata uang Afrika yang sangat terpengaruh oleh kemiskinan. Afrika memiliki sejarah skandal keuangan, korupsi, dan konflik termasuk perang saudara yang keji di wilayah Afrika barat.
Semua ini menyebabkan kejatuhan ekonomi negara dan nilai mata uangnya. Infeksi Ebola menambah penderitaan Sierra Leone, dan merupakan faktor konstan yang memengaruhi populasi negara yang semakin menghabiskan bantuan keuangan.
Lihat Juga :