Erick Thohir Malam-malam ke DPR, Minta BUMN Diguyur PMN Rp44 T
Rabu, 10 Juli 2024 - 22:22 WIB
Dana segar yang akan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 dibagi ke beberapa BUMN. Rinciannya, PT Hutama Karya (Persero) diusulkan sebesar Rp 13,8 triliun. PMN ini nantinya digunakan untuk melanjutkan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) fase 2-3.
PT Asabri (Persero) dengan nilai PMN yang diajukan sebesar Rp 3,61 triliun, PT PLN (Persero) dengan nilai PMN sebesar Rp 3 triliun. Nantinya, dialokasikan untuk program listrik desa (lisdes), Bahana PUI Rp 3 triliun untuk penguatan permodalan KUR.
Lalu, PT Pelni (Persero) senilai Rp Rp 2,5 triliun yang dipakai untuk pengadaan dua kapal baru. PT Bio Farma (Persero) Rp 2,2 triliun untuk fasilitas capex baru, PT Adhi Karya Tbk dengan nilai PMN Rp 2 triliun untuk pembangunan Tol Jogja - Bawen dan Solo - Jogja.
PT Wijaya Karya Tbk, senilai Rp 2 triliun untuk perbaikan struktur permodalan, PT Len Industri (Persero) Rp 2 triliun yang akan digunakan untuk penyehatan keuangan, PT Danareksa (Persero) sebesar Rp 2 triliun, dialokasikan untuk pengembangan usaha.
Baca Juga: BUMN Banyak yang Megap-megap, Ini Saran Sri Mulyani
PT Asabri (Persero) dengan nilai PMN yang diajukan sebesar Rp 3,61 triliun, PT PLN (Persero) dengan nilai PMN sebesar Rp 3 triliun. Nantinya, dialokasikan untuk program listrik desa (lisdes), Bahana PUI Rp 3 triliun untuk penguatan permodalan KUR.
Lalu, PT Pelni (Persero) senilai Rp Rp 2,5 triliun yang dipakai untuk pengadaan dua kapal baru. PT Bio Farma (Persero) Rp 2,2 triliun untuk fasilitas capex baru, PT Adhi Karya Tbk dengan nilai PMN Rp 2 triliun untuk pembangunan Tol Jogja - Bawen dan Solo - Jogja.
PT Wijaya Karya Tbk, senilai Rp 2 triliun untuk perbaikan struktur permodalan, PT Len Industri (Persero) Rp 2 triliun yang akan digunakan untuk penyehatan keuangan, PT Danareksa (Persero) sebesar Rp 2 triliun, dialokasikan untuk pengembangan usaha.
Baca Juga: BUMN Banyak yang Megap-megap, Ini Saran Sri Mulyani
Lihat Juga :