Rampasan Aset Rusia Digunakan untuk Perang, Moskow Rancang Serangan Balasan

Sabtu, 24 Agustus 2024 - 08:45 WIB
Uni Eropa (UE) pada akhir Juli tahun ini mengirimkan tahap pertama bantuan militer kepada Ukraina yang diperoleh dari aset-aset Rusia yang dibekukan. FOTO/iStock
JAKARTA - Uni Eropa (UE) pada akhir Juli tahun ini mengirimkan tahap pertama bantuan militer kepada pihak Ukraina sebesar 1,5 miliar euro atau USD1,6 miliar yang diperoleh dari aset-aset Rusia yang dibekukan. Kementerian Luar Negeri Rusia kembali menegaskan bahwa pengiriman dana dari aset-aset Rusia yang dirampas untuk Ukraina adalah ilegal.

"Meskipun aset-aset yang dibekukan itu sendiri tidak disita, penggunaan dana tersebut oleh Brussels merupakan tindakan ilegal. Baik pembekuan aset Rusia maupun tindakan selanjutnya terhadap aset-aset tersebut adalah tindakan ilegal," ujar kementerian tersebut dikutip dari Sputnik Internasional, Sabtu (24/8/2024).



Baca Juga: Siapa yang Menang Jika AS-China Perang Nuklir? Ini Analisanya

Dikatakannya, praktik pembekuan aset tidak mempengaruhi sikap terhadap euro sebagai mata uang cadangan. Kementerian Luar Negeri Rusia memastikan Moskow akan menanggapi pembekuan aset-asetnya oleh Barat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!