Pasar Batu Bara Tidak Kebal Terhadap Dampak Pandemi

Jum'at, 28 Agustus 2020 - 23:28 WIB
Walaupun masih harus menghadapi tantangan ini untuk beberapa saat ke depan, perseroan tetap yakin bahwa fundamental sektor batu bara dan energi di jangka panjang tetap kokoh, terutama karena dukungan aktivitas pembangunan di negara-negara Asia.

(Baca Juga: Agustus 2020, Harga Batu Bara Acuan Turun 3,49% Jadi US50,34 )

Pada semester I 2020, perseroan mencatat penurunan pendapatan sebesar 23% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yang terutama diakibatkan oleh penurunan harga jual rata-rata (ASP) sebesar 18% serta penurunan volume penjualan.

"Lockdown yang diterapkan banyak negara pengimpor batu bara untuk mengatasi COVID-19 mengakibatkan penurunan terhadap permintaan listrik industri, yang disusul oleh penurunan permintaan batu bara pada semester I 2020," ungkap dia.

Pada periode ini, volume produksi batu bara AE tercatat mencapai 27,29 juta ton, yang setara dengan penurunan 4% year-on-year (y-o-y) dibandingkan semester I 2019. Karena kondisi pasar yang sulit, pihaknya telah merevisi panduan produksinya untuk tahun ini menjadi 52-54 juta ton.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!