Menakar Efek Tren Kendaraan Listrik dalam Pertumbuhan Ekonomi dan Pemanfaatan Mineral

Senin, 21 Oktober 2024 - 18:35 WIB
Industri kendaraan listrik juga diharapkan dapat memberikan efek domino bagi sektor lain, seperti energi terbarukan, infrastruktur, dan layanan terkait. Pasar kendaraan listrik di Indonesia diperkirakan mencapai USD9,5 miliar pada tahun 2030, hal ini akan didorong oleh arah kebijakan pemerintah yang mendukung transisi energi.

“Perkembangan EV tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga berkontribusi pada stabilitas energi dan pengurangan ketergantungan impor,” tambah Feiral.

Meski masih banyak tantangan pengembangan, seperti ketergantungan pada batu bara untuk pengisian listrik, potensi EV sebagai pilar pertumbuhan ekonomi Indonesia jelas terlihat. Transisi ini tidak hanya membantu mengurangi emisi gas rumah kaca, tetapi juga memperkuat daya saing Indonesia di pasar global.

“Pengembangan EV adalah langkah strategis yang tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga mempercepat pertumbuhan ekonomi sebesar 8%,” pungkas Feiral.

Baca Juga: Jokowi Resmikan Pabrik Bahan Anoda Baterai Lithium di Kendal

Dalam konteks visi Presiden Prabowo Subianto untuk mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 8%, industri kendaraan listrik bisa menjadi enabler penting. Dengan memanfaatkan sumber daya mineral yang melimpah dan mempercepat investasi di sektor ini, Indonesia tidak hanya berpotensi menciptakan jutaan lapangan kerja baru, tetapi juga menempatkan diri sebagai pemain utama dalam revolusi energi global sekaligus mempersiapkan negara untuk mencapai kemandirian energi.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!