Produktivitas Menurun di Sebagian Besar Uni Eropa, IMF Ungkap 3 Biang Keroknya

Senin, 28 Oktober 2024 - 07:32 WIB
Kammer mengatakan, menghilangkan hambatan yang tersisa terhadap pergerakan bebas barang, jasa, modal, dan tenaga kerja akan menyelesaikan sebagian besar masalah Uni Eropa.

Pejabat IMF juga menunjuk pada kesenjangan pendapatan per kapita 30% antara Uni Eropa dan AS, yang dia gambarkan sebagai sesuatu yang "menakjubkan." Dan kondisi seperti ini diperkirakan "tetap tidak berubah selama dua dekade sekarang," keluhnya.

Hal ini sebagian disebabkan oleh rendahnya produktivitas di anggota terbaru blok di Eropa Tengah, Timur, dan Tenggara (CESEE). Kramer juga menekankan, dampak dari "guncangan harga energi besar yang diinduksi Rusia yang dialami Eropa," dengan Jerman paling terpengaruh karena manufaktur intensif energinya.

Setelah konflik Ukraina meningkat pada Februari 2022, Uni Eropa menjadikannya prioritas utama untuk berhenti bergantung pada energi Rusia. Sanksi terhadap Moskow dan sabotase pipa Nord Stream pada tahun 2022 telah menyebabkan penurunan besar pasokan gas Rusia ke blok tersebut.

Penolakan Brussels untuk membeli energi Rusia telah menghambat pertumbuhan ekonomi Uni Eropa, seperti diungkapkan oleh Perdana Menteri Hongaria, Viktor Orban pada bulan Oktober. Beberapa negara Uni Eropa lainnya, seperti Hongaria, Austria, Slovakia, Republik Ceko, dan Italia, tercatat masih mengimpor gas pipa Rusia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!