NPG Indonesia Ungkap Tiga Tren Ini Pengaruhi Lanskap Pasar Properti Bali

Kamis, 05 Desember 2024 - 11:56 WIB
Nuanu Creative City di kawasan Nyanyi, Kabupaten Tabanan. Dengan luas 44 hektare, Nuanu merupakan pusat visioner di Bali yang mewujudkan komitmen untuk hidup harmonis. Foto/Dok. SINDOnews
DENPASAR - Bali merupakan salah satu daerah yang menawarkan kenaikan harga (capital gain) properti dan tingkat okupansi yang tinggi. Makin masifnya sektor pariwisata di Pulau Dewata ini, turut mendorong pembangunan properti , sehingga kian menarik minat investor lokal maupun internasional.

Kekuatan pasar properti di Bali yang juga dipengaruhi oleh sejumlah kebijakan maupun insentif dari pemerintah yang mendukung kepemilikan asing dan sektor pariwisata. Salah satu indikatornya tren pertumbuhan harga yang kuat dan konsisten selama 2023-2024 di Denpasar.



NPG Indonesia, perusahaan pengembang properti yang berbasis di Bali, memberikan pandangan terkait pesatnya perkembangan industri properti di Pulau Dewata. Ada tiga tren utama yang mempengaruhi pasar properti Bali. Pertama, adalah meningkatnya permintaan akan properti berkelanjutan dan ramah lingkungan, seiring meningkatnya kesadaran akan isu lingkungan. Baca juga: Keseimbangan Kunci Mengimbangi Masifnya Pembangunan Properti di Bali

Pengembang semakin banyak memasukkan praktik bangunan hijau, sumber energi terbarukan, dan material berkelanjutan ke dalam proyek mereka. Tren ini diperkirakan akan terus berlanjut, menarik pembeli dan investor yang peduli lingkungan,” kata General Manager NPG Indonesia Evgeny Obolentsev dalam siaran pers, Kamis (5/12/2024).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!