Ancaman Trump dan Fakta-fakta Soal Upaya BRICS Melengserkan Dolar AS
Kamis, 05 Desember 2024 - 16:04 WIB
Kemudian Dedolarisasi muncul sebagai gerakan oleh beberapa negara untuk mengurangi ketergantungan mereka pada dolar dalam perdagangan dan investasi lintas batas –, dimana seringkali dengan tujuan melemahkan AS.
China dan Rusia mempelopori upaya untuk menyapih dunia dari mata uang AS. Misalnya, China pada Desember 2023 menyerukan pemasok di Timur Tengah untuk menerima mata uangnya daripada dolar dalam perdagangan minyak.
Zoltan Pozsar, yang saat itu menjadi analis Credit Suisse mengatakan, tahun lalu bahwa perjalanan pemimpin China, Xi Jinping, ke Arab Saudi menandakan 'kelahiran petroyuan'.
Sementara itu Rusia telah meningkatkan upaya dedolarisasi sejak menginvasi Ukraina, dengan Putin menandatangani perintah eksekutif pada Maret 2022 yang melarang negara-negara "tidak bersahabat" menyelesaikan kontrak gas alam dalam mata uang apapun selain rubel.
Beijing dan Moskow sudah berulang kali berjanji, bersama anggota lain dari kelompok negara BRICS untuk meluncurkan mata uang cadangan baru yang mereka harapkan dapat menggeser dolar sebagai cadangan internasional.
Pada KTT BRICS awal tahun ini, menteri luar negeri Rusia mengatakan, sekelompok negara berkembang terdepan sedang mengerjakan sistem pembayaran nondolar yang dapat berbentuk platform digital, sehingga memungkinkan lebih banyak perdagangan dan pinjaman dalam mata uang mereka sendiri.
Ada beberapa bukti bahwa dunia perlahan-lahan mulai menghilangkan ketergantungan mereka dari dolar AS. Hal ini terlihat dari bobot greenback dalam cadangan devisa yang menyusut dari 71% menjadi sekitar 59% sejak pergantian abad, menurut Dana Moneter Internasional (IMF).
Bagaimana negara-negara mencoba menggulingkan dolar?
China dan Rusia mempelopori upaya untuk menyapih dunia dari mata uang AS. Misalnya, China pada Desember 2023 menyerukan pemasok di Timur Tengah untuk menerima mata uangnya daripada dolar dalam perdagangan minyak.
Zoltan Pozsar, yang saat itu menjadi analis Credit Suisse mengatakan, tahun lalu bahwa perjalanan pemimpin China, Xi Jinping, ke Arab Saudi menandakan 'kelahiran petroyuan'.
Sementara itu Rusia telah meningkatkan upaya dedolarisasi sejak menginvasi Ukraina, dengan Putin menandatangani perintah eksekutif pada Maret 2022 yang melarang negara-negara "tidak bersahabat" menyelesaikan kontrak gas alam dalam mata uang apapun selain rubel.
Beijing dan Moskow sudah berulang kali berjanji, bersama anggota lain dari kelompok negara BRICS untuk meluncurkan mata uang cadangan baru yang mereka harapkan dapat menggeser dolar sebagai cadangan internasional.
Pada KTT BRICS awal tahun ini, menteri luar negeri Rusia mengatakan, sekelompok negara berkembang terdepan sedang mengerjakan sistem pembayaran nondolar yang dapat berbentuk platform digital, sehingga memungkinkan lebih banyak perdagangan dan pinjaman dalam mata uang mereka sendiri.
Haruskah AS cemas?
Ada beberapa bukti bahwa dunia perlahan-lahan mulai menghilangkan ketergantungan mereka dari dolar AS. Hal ini terlihat dari bobot greenback dalam cadangan devisa yang menyusut dari 71% menjadi sekitar 59% sejak pergantian abad, menurut Dana Moneter Internasional (IMF).
Lihat Juga :