DPR AS Dorong RUU Cabut Hak Istimewa Perdagangan dengan China

Sabtu, 25 Januari 2025 - 09:35 WIB
John Moolenaar (R-Mich.), seorang pendukung utama RUU tersebut, berpendapat bahwa sudah terlalu lama status PNTR telah merugikan manufaktur AS, mengalihdayakan pekerjaan di luar negeri, dan memungkinkan China untuk mengeksploitasi pasar AS.

"Sudah terlalu lama, hubungan perdagangan normal yang permanen dengan Tiongkok telah merusak basis manufaktur kita, mengalihkan pekerjaan Amerika ke luar negeri, dan memungkinkan PKT untuk mengeksploitasi pasar kita sambil mengkhianati janji persaingan yang adil," kata Moolenaar.

Dia menekankan bahwa RUU tersebut akan melindungi keamanan nasional AS, meningkatkan ketahanan rantai pasokan, dan membawa kembali pekerjaan ke AS dan sekutunya.

Moolenaar memperkenalkan RUU tersebut bersama Rep. Tom Suozzi (D-N.Y.), sementara versi pendampingnya diajukan di Senat oleh Sens. Tom Cotton (R-Ark) dan Jim Banks (R-Ind). Menteri Luar Negeri Marco Rubio, mantan senator dari Florida, juga turut mensponsori RUU tersebut ketika pertama kali diperkenalkan pada bulan November.

Baca Juga: Trump Ogah Terlibat Rekonstruksi Ukraina setelah Perang Berakhir
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!