3 Alasan Trump Nekat Kobarkan Perang Dagang dengan China
Jum'at, 11 April 2025 - 11:41 WIB
Perusahaan-perusahaan Amerika yang beroperasi di China seringkali dipaksa berbagi teknologi dengan mitra lokal sebagai syarat untuk bisa berbisnis di sana. Pemerintahan Trump menuduh China melakukan pencurian kekayaan intelektual secara sistemik dan menerapkan kebijakan transfer teknologi secara paksa, yang dinilai memberikan keunggulan tidak adil bagi perusahaan-perusahaan China.
Program ambisius seperti Made in China 2025 dirancang untuk menjadikan China sebagai pemimpin dalam industri-industri strategis seperti kecerdasan buatan, robotika, dan teknologi tinggi lainnya. Amerika memandang kebijakan ini sebagai ancaman langsung terhadap dominasinya dalam bidang teknologi.
Apalagi, banyak perusahaan China mendapatkan subsidi besar dari pemerintah, yang menurut AS merusak prinsip persaingan pasar global. Perang dagang ini menandai pergeseran besar dalam pendekatan AS terhadap hubungan dagang dengan China dan menciptakan ketidakpastian di pasar global. Dampaknya terasa tidak hanya di kedua negara, tetapi juga di seluruh dunia.
3. Kebijakan Industri China dan Intervensi Negara
Program ambisius seperti Made in China 2025 dirancang untuk menjadikan China sebagai pemimpin dalam industri-industri strategis seperti kecerdasan buatan, robotika, dan teknologi tinggi lainnya. Amerika memandang kebijakan ini sebagai ancaman langsung terhadap dominasinya dalam bidang teknologi.
Apalagi, banyak perusahaan China mendapatkan subsidi besar dari pemerintah, yang menurut AS merusak prinsip persaingan pasar global. Perang dagang ini menandai pergeseran besar dalam pendekatan AS terhadap hubungan dagang dengan China dan menciptakan ketidakpastian di pasar global. Dampaknya terasa tidak hanya di kedua negara, tetapi juga di seluruh dunia.
(nng)
Lihat Juga :