Perusahaan Barat yang Dulu Kabur, Merapat Kembali ke Rusia usai Boncos Rp4.941 Triliun

Jum'at, 09 Mei 2025 - 12:51 WIB
"Trennya ada, kami melihat bahwa beberapa perusahaan sudah kembali. Hanya saja tidak ada publisitas. Prosesnya, bagaimanapun saat ini sedang berlangsung," kata Dmitriev kepada wartawan seperti dilansir RT.

Dmitriev mengaku, belum lama ini bertemu perwakilan lebih dari 150 perusahaan AS yang masih beroperasi di Rusia, meskipun ada beberapa putaran sanksi. Rusia selalu memiliki sikap yang sangat positif terhadap mitra yang bertanggung jawab untuk berinvestasi di negara itu, katanya.

Menurut utusan investasi tersebut, sektor bisnis Amerika kehilangan lebih dari USD300 miliar atau setara Rp4.941 triliun (kurs Rp16.471 per USD) karena meninggalkan pasar Rusia. Ketika ditanya tentang kondisi kembalinya bisnis Barat ke Rusia, Ia memberikann catatan bahwa pemerintah secara aktif terlibat dalam "menyusun aturan" untuk proses tersebut.

Ditekankan juga oleh Dmitriev, ini bukan tentang memasang hambatan, tetapi memprioritaskan perlindungan terhadap bisnis di dalam negeri.

Moskow dan Washington diketahui sedangkan berupaya meningkatkan kembali hubungan kedua negara, sejak Presiden AS Donald Trump kembali menjabat pada Januari, lalu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!