3 Negara Mayoritas Islam yang Terjebak Utang China, Indonesia Tembus Rp326 Triliun
Kamis, 29 Mei 2025 - 20:55 WIB
Namun, kemudahan itu datang dengan risiko. Sejumlah pengamat menilai negara-negara ini bisa terjebak dalam debt trap diplomacy, di mana ketidakmampuan membayar utang membuat negara peminjam harus menyerahkan aset strategis atau kebijakan ekonomi kepada pemberi pinjaman.
Sebagai contoh, Sri Lanka, meskipun bukan negara mayoritas Muslim menjadi contoh ekstrem. Negara itu terpaksa menyerahkan pengelolaan Pelabuhan Hambantota kepada China karena gagal membayar utang. Kekhawatiran akan skenario serupa menghantui Pakistan dan negara berkembang lainnya yang tergantung pada pembiayaan China.
Baca Juga: Dinyatakan Ilegal, Pengadilan AS Batalkan Kebijakan Tarif Trump
Selain itu, keterlibatan China dalam proyek-proyek besar juga kerap memicu resistensi lokal. Di Pakistan dan Indonesia, misalnya, sejumlah elemen masyarakat menolak kehadiran masif tenaga kerja asal China, yang dinilai mengurangi peluang kerja bagi warga lokal.
Di tengah dinamika geopolitik yang terus berubah, kerja sama ekonomi dengan China menjadi pilihan strategis bagi banyak negara berkembang. Namun, para pemangku kebijakan dituntut untuk cermat agar utang luar negeri tidak menjadi jebakan yang justru menghambat kemandirian ekonomi nasional.
Sebagai contoh, Sri Lanka, meskipun bukan negara mayoritas Muslim menjadi contoh ekstrem. Negara itu terpaksa menyerahkan pengelolaan Pelabuhan Hambantota kepada China karena gagal membayar utang. Kekhawatiran akan skenario serupa menghantui Pakistan dan negara berkembang lainnya yang tergantung pada pembiayaan China.
Baca Juga: Dinyatakan Ilegal, Pengadilan AS Batalkan Kebijakan Tarif Trump
Selain itu, keterlibatan China dalam proyek-proyek besar juga kerap memicu resistensi lokal. Di Pakistan dan Indonesia, misalnya, sejumlah elemen masyarakat menolak kehadiran masif tenaga kerja asal China, yang dinilai mengurangi peluang kerja bagi warga lokal.
Di tengah dinamika geopolitik yang terus berubah, kerja sama ekonomi dengan China menjadi pilihan strategis bagi banyak negara berkembang. Namun, para pemangku kebijakan dituntut untuk cermat agar utang luar negeri tidak menjadi jebakan yang justru menghambat kemandirian ekonomi nasional.
(nng)
Lihat Juga :