3 Negara Mayoritas Islam yang Terjebak Utang China, Indonesia Tembus Rp326 Triliun

Kamis, 29 Mei 2025 - 20:55 WIB
Dikutip dari sejumlah sumber, Pakistan saat ini juga tengah menghadapi tekanan ekonomi yang berat, termasuk kebutuhan akan bantuan dari Dana Moneter Internasional (IMF). Indonesia menempati posisi kedua dengan estimasi utang ke China mencapai USD20 miliar atau setara Rp326 triliun.

Sebagian besar pinjaman digunakan untuk membiayai proyek infrastruktur besar seperti Kereta Cepat Jakarta–Bandung, PLTA Batang Toru, dan berbagai pembangunan jalan tol di beberapa wilayah.

Meski pemerintah menyatakan proyek-proyek tersebut penting untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang, sejumlah pihak mempertanyakan efisiensi, transparansi, serta imbal hasil atas investasi yang dibiayai utang tersebut. Kritik juga muncul terkait tingginya dominasi tenaga kerja asing asal China dalam proyek-proyek itu.

Turki berada di posisi ketiga dengan nilai utang ke China diperkirakan mencapai 15 miliar dolar AS. Negara tersebut menerima pendanaan untuk proyek infrastruktur, sektor energi, dan teknologi digital. Di tengah krisis mata uang lira, ketergantungan terhadap pinjaman luar negeri termasuk dari China turut memicu kekhawatiran akan kerentanan fiskal.

Ada sejumlah alasan mengapa negara-negara mayoritas muslim cenderung menerima pinjaman dari China. Salah satunya adalah karena China menawarkan pendanaan besar dengan syarat lebih fleksibel, tanpa tuntutan reformasi politik atau ekonomi yang sering menyertai bantuan dari lembaga seperti IMF atau Bank Dunia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!