Rubel Rusia Berbalik Pukul KO Dolar AS, Ini Penopangnya

Jum'at, 30 Mei 2025 - 11:53 WIB
Sebelumnya Rusia mengumumkan bahwa mereka telah menyusun memorandum perdamaian, ditambah kenaikan harga minyak telah berkontribusi pada kekuatan rubel, seperti disampaikan Yevgeny Loktyukhov dari Promsvyazbank kepada harian bisnis RBK.

Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov mengusulkan, adanya pembicaraan lanjutan terkait negosiasi perdamaian Ukraina di Istanbul pada 2 Juni 2025. Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menegaskan kembali bahwa ia tidak akan memberlakukan sanksi anti-Rusia, sambil mengungkapkan harapannya dalam penyelesaian konflik tersebut.

Sebagai informasi harga minyak mentah Brent, yang menjadi patokan global untuk ekspor utama Rusia, terpantau naik 1,2% menjadi USD65,68 per barel. "Latar belakang geopolitik yang membaik dan kondisi pasar minyak yang menguntungkan diharapkan dapat mengimbangi penurunan di akhir bulan terkait pasokan mata uang asing setelah pembayaran pajak," kata Loktyukhov.

Eksportir minyak biasanya mengonversi pendapatan dalam mata uang asing menjadi rubel pada akhir setiap bulan untuk menyelesaikan kewajiban lokal, memberikan dukungan kepada mata uang Rusia.

"Dukungan tambahan untuk rubel datang dari likuiditas valuta asing yang melimpah di pasar dan melemahnya permintaan untuk mata uang asing," menurut Natalia Pyryeva, analis utama di perusahaan investasi Tsifra Broker.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!