Gegara PP 28/2024, Ancaman Ekonomi dan PHK di Depan Mata

Sabtu, 19 Juli 2025 - 20:38 WIB
Pandangan senada disampaikan oleh ekonom Universitas Airlangga, Gigih Prihantono, yang menilai PP ini berisiko menjadi bumerang bagi perekonomian nasional. Ia mengingatkan bahwa mayoritas yang terdampak justru kelompok rentan seperti petani dan buruh.

"Regulasi ini terlalu menekan sektor yang padat karya dan menyumbang besar bagi penerimaan negara. Kalau penerimaan dari cukai rokok turun, tentu akan memengaruhi target pertumbuhan ekonomi nasional," paparnya.

Gigih menyarankan agar pemerintah mengoptimalkan penegakan hukum terhadap regulasi yang sudah ada, alih-alih menambah beban dengan aturan baru yang represif.

"Lebih baik memperkuat pelaksanaan aturan yang ada daripada menambah regulasi yang justru menekan sektor yang sudah memberikan kontribusi nyata," tandasnya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!