Trump Akui AS Rebut Minyak Venezuela, Ambil Alih Cadangan Terbesar di Dunia

Minggu, 04 Januari 2026 - 09:16 WIB
Baca Juga: Menuju Peluncuran Mata Uang Bersama di 2026, BRICS Masih Terbelah

Dampak intervensi AS terhadap harga energi masih belum pasti. Bob McNally, Presiden Rapidan Energy Group, memprediksi dampaknya terhadap harga akan cenderung "moderat", kecuali jika terjadi kerusuhan sosial yang meluas.

"Persepsi publik mungkin akan mendahului kenyataan. Orang-orang akan menganggap Venezuela bisa menambah pasokan minyak dengan cepat, padahal butuh waktu 5 hingga 10 tahun untuk benar-benar menjadi pemain besar kembali," kata McNally.

Pasar minyak akan dibuka kembali pada Minggu malam waktu setempat. Helima Croft, kepala strategi komoditas global di RBC Capital Markets, menilai semua bergantung pada apakah Trump mampu mewujudkan transformasi ini.

"Presiden Trump memberi sinyal bahwa AS kembali ke mode 'membangun negara' (nation-building). Namun, kita butuh detail lebih lanjut sebelum bisa menyatakan misi ini berhasil," pungkasnya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!