Ketiban Warisan Rp4.969 Triliun, Jumlah Miliarder Baru Membengkak

Selasa, 06 Januari 2026 - 09:38 WIB
Eropa Barat mendominasi dengan hampir setengah dari penerus baru, sementara itu transfer kekayaan antar generasi di Timur Tengah dan Afrika diperkirakan mencapai USD152,7 miliar hingga 2040, terkonsentrasi di UEA (Uni Emirate Arab), Arab Saudi, Israel, dan Afrika Selatan.

Pada saat yang sama, kekayaan miliarder kembali meningkat dengan kuat ketika 196 individu yang mengumpulkan kekayaan sendiri melewati ambang satu miliar dolar pada tahun 2025. Angka tersebut jumlah tertinggi kedua dalam sejarah laporan ini.

Kekayaan gabungan mereka mencapai USD386,5 miliar, didorong oleh bisnis baru di bidang perangkat lunak, genetika, LNG, infrastruktur, dan ritel. Sebagai pengingat bahwa inovasi di luar siklus hype AI tetap menjadi mesin penciptaan kekayaan yang kuat.

AS memimpin gelombang ini dengan 92 miliarder baru yang membangun kekayaan dengan usaha mereka sendiri, Asia-Pasifik menambahkan 61, dipimpin oleh jaringan restoran China, investor perangkat lunak game, dan pengusaha kripto.

UBS memperkirakan kekayaan miliarder secara global meningkat menjadi USD15,8 triliun, atau naik 13% dalam satu tahun. Baca Juga: Bukan Harta Warisan, Rihanna Jadi Miliarder Wanita Termuda AS dengan Kekayaan Rp20,92 Triliun

Laporan tersebut juga menyoroti tren mencolok bahwa keluarga miliarder semakin bersifat internasional. Lebih dari sepertiga atau 36% dari responden telah pindah setidaknya sekali, sementara 9% lainnya sedang mempertimbangkan untuk pindah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!