Rupiah Babak Belur, Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp16.855 per Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 - 17:42 WIB
Data ekonomi juga memainkan peran kunci dalam mengangkat harga emas batangan. Pada hari Jumat, data pemerintah AS menunjukkan peningkatan lapangan kerja non-pertanian sebesar 50.000 pekerjaan pada bulan Desember, meleset dari ekspektasi kenaikan 66.000, sementara tingkat pengangguran sedikit turun menjadi 4,4%, di bawah perkiraan 4,5%.

Data pekerjaan yang lebih lemah memperkuat tanda-tanda pendinginan pasar tenaga kerja dan memperkuat spekulasi bahwa Federal Reserve mungkin akan melonggarkan kebijakan moneter lebih lanjut pada tahun 2026.

Dari sentimen domestik, Bank Indonesia (BI) melaporkan penjualan eceran tumbuh sebesar 1,5% secara bulanan (month to month/MtM) pada November 2025 atau menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Angka itu lebih tinggi dari pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 0,6% MtM.

Perkembangan itu tercermin dari hasil survei penjualan eceran (SPE). Mayoritas kelompok tercatat alami peningkatan penjualan, terutama Peralatan Informasi dan Komunikasi (5,5% MtM), Suku Cadang dan Aksesori (4,2% MtM), Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (2,8%), serta Makanan, Minuman, dan Tembakau (1,2% MtM).

Sementara secara tahunan (year on year), penjualan eceran mengalami pertumbuhan sebesar 6,3 persen, lebih tinggi dibandingkan 4,3% YoY pada Oktober 2025. Baca Juga: Awal Tahun 2026, Rupiah Loyo ke Rp16.725 per Dolar AS

Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!