Oxford Economics: Sukses Atasi Pandemi, Prospek Ekonomi Vietnam Paling Cerah di ASEAN
Kamis, 17 September 2020 - 14:53 WIB
Laporan tersebut juga memperkirakan bahwa Vietnam memiliki prospek pemulihan ekonomi yang paling cerah dengan situasi lantaran mereka telah berhasil mengatasi pandemi dengan sangat efektif hingga saat ini.
Vietnam diharapkan menjadi satu-satunya ekonomi kawasan yang dapat mencatat pertumbuhan positif tahun ini dengan PDB naik sebesar 2,3%, dan 8% pada tahun 2021.
Ekspor Malaysia diprediksi akan diuntungkan dari peningkatan permintaan impor Tiongkok dan siklus elektronik. Meskipun demikian, kecepatan pemulihannya kemungkinan akan melambat mengingat permintaan global yang sedang lesu, pengangguran yang tinggi, serta investasi yang lemah.
Ekonomi Malaysia diperkirakan akan menyusut sebesar 6% tahun ini, diikuti oleh pertumbuhan 6,6% pada tahun 2021.
“Jalan menuju pemulihan ekonomi di Asia Tenggara akan panjang, ditambah dengan ketegangan AS-Tiongkok saat ini, perlambatan jangka panjang dalam aktivitas perdagangan global, dan pandemi Covid-19 yang berkepanjangan turut membebani prospek pertumbuhan kawasan ini,” ungkap Mark Billington, Direktur Regional ICAEW, Tiongkok Raya dan Asia Tenggara dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (17/9/2020).
Vietnam diharapkan menjadi satu-satunya ekonomi kawasan yang dapat mencatat pertumbuhan positif tahun ini dengan PDB naik sebesar 2,3%, dan 8% pada tahun 2021.
Ekspor Malaysia diprediksi akan diuntungkan dari peningkatan permintaan impor Tiongkok dan siklus elektronik. Meskipun demikian, kecepatan pemulihannya kemungkinan akan melambat mengingat permintaan global yang sedang lesu, pengangguran yang tinggi, serta investasi yang lemah.
Ekonomi Malaysia diperkirakan akan menyusut sebesar 6% tahun ini, diikuti oleh pertumbuhan 6,6% pada tahun 2021.
“Jalan menuju pemulihan ekonomi di Asia Tenggara akan panjang, ditambah dengan ketegangan AS-Tiongkok saat ini, perlambatan jangka panjang dalam aktivitas perdagangan global, dan pandemi Covid-19 yang berkepanjangan turut membebani prospek pertumbuhan kawasan ini,” ungkap Mark Billington, Direktur Regional ICAEW, Tiongkok Raya dan Asia Tenggara dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (17/9/2020).
Lihat Juga :