Kurs Rupiah Membaik Diterpa Gencatan Senjata AS-Iran
Rabu, 08 April 2026 - 16:23 WIB
Pajak Penghasilan (PPh) Badan terkumpul sebesar Rp43,3 triliun (naik 5,4% yoy); PPh Orang Pribadi dan PPh 21 Rp61,3 triliun (naik 15,8% yoy); dan PPh Final, PPh 22, dan PPh 26 Rp76,7 triliun (naik 5,1% yoy).
Sementara Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) tercatat Rp155,6 triliun, atau melonjak 57,7% yoy; serta pajak lainnya mencapai Rp57,9 triliun, atau terkontraksi 5,7% yoy.
Sementara itu, penerimaan kepabeanan dan cukai mencapai Rp67,9 triliun (turun 12,6% yoy), yang terdiri dari cukai Rp51 triliun (turun 11,2% yoy), bea keluar Rp5,4 triliun (turun 38,9% yoy), serta bea masuk Rp11,5 triliun (naik 0,9% yoy).
Selain itu, pendapatan negara per akhir Maret juga berasal dari Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp112,1 triliun serta hibah senilai Rp100 miliar.
Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp17.010-Rp17.040 per dolar AS.
Sementara Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) tercatat Rp155,6 triliun, atau melonjak 57,7% yoy; serta pajak lainnya mencapai Rp57,9 triliun, atau terkontraksi 5,7% yoy.
Sementara itu, penerimaan kepabeanan dan cukai mencapai Rp67,9 triliun (turun 12,6% yoy), yang terdiri dari cukai Rp51 triliun (turun 11,2% yoy), bea keluar Rp5,4 triliun (turun 38,9% yoy), serta bea masuk Rp11,5 triliun (naik 0,9% yoy).
Selain itu, pendapatan negara per akhir Maret juga berasal dari Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp112,1 triliun serta hibah senilai Rp100 miliar.
Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp17.010-Rp17.040 per dolar AS.
(akr)
Lihat Juga :