Harga Minyak Global Melonjak, Keberlanjutan Pasokan Jadi Tantangan

Jum'at, 10 April 2026 - 11:05 WIB
Hal itu lanjut dia, dipastikan akan memberikan tekanan berat pada keuangan PT Pertamina (Persero) yang ditugasi pemerintah untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar nasional. Seperti diketahui, pemerintah meminta Pertamina menanggung terlebih dulu selisih harga tersebut.

Komaidi melanjutkan, berdasarkan data terakhir volume penjualan BBM nasional yang mencapai kisaran 80 juta kiloliter (KL) per tahun, dengan pangsa pasar sekitar 88-90%, penjualan BBM Pertamina per tahun sekitar 72-75 juta KL atau sekira 200 ribu KL per hari. Jika volume penjualan dikalikan selisih harga keekonomian Rp5.000-9.000, maka Pertamina perlu tambahan dana sekitar Rp1,5-2 triliun per hari atau sekitar Rp60 triliun per bulan.

"Pertanyaannya, berapa bulan mereka (Pertamina) tahan dengan cashflow yang ada? Belum lagi mereka juga mungkin ada beberapa keperluan, seperti bond yang akan jatuh tempo yang harus dibayar cicilan pokok maupun bunga utangnya," kata Komaidi.

Baca Juga: Menko Airlangga Buka Suara Soal Rencana Kenaikan Harga BBM Non-Subsidi Pertamax Cs



Jika tidak ada bantuan dari pemerintah di luar kompensasi yang selama ini disepakati, Komaidi khawatir keuangan Pertamina tidak akan bertahan dan berujung pada terganggunya kemampuan pengadaan BBM oleh BUMN energi tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!