Gencatan Senjata AS-Iran Diperpanjang, Harga Minyak Tetap Naik
Rabu, 22 April 2026 - 08:57 WIB
Pemerintah AS menegaskan blokade di Selat Hormuz tetap diberlakukan hingga tercapai kesepakatan. Di sisi lain, Washington juga menunda kunjungan Wakil Presiden JD Vance ke Pakistan yang sebelumnya dijadwalkan untuk membahas kelanjutan perundingan.
Baca Juga: Ambil Langkah Berani, Thailand dan Filipina Justru Turunkan Harga Solar
Ketegangan di kawasan meningkat setelah laporan aksi militer di perairan strategis tersebut, termasuk penyitaan kapal berbendera Iran oleh AS dan aktivitas kapal militer Iran yang disebut menargetkan kapal-kapal di wilayah itu.
Pentagon dikabarkan sedang mempertimbangkan opsi militer lebih lanjut jika Iran dinilai tidak bernegosiasi dengan itikad baik. Pernyataan keras dari Trump juga menambah kekhawatiran pasar terhadap potensi eskalasi konflik.
Pelaku pasar tetap berhati-hati terhadap dinamika geopolitik yang dapat sewaktu-waktu memicu lonjakan harga energi. Selat Hormuz sendiri menjadi jalur vital bagi sekitar 20% pasokan minyak global, sehingga setiap gangguan di kawasan tersebut berdampak langsung terhadap pasar dunia.
Baca Juga: Ambil Langkah Berani, Thailand dan Filipina Justru Turunkan Harga Solar
Ketegangan di kawasan meningkat setelah laporan aksi militer di perairan strategis tersebut, termasuk penyitaan kapal berbendera Iran oleh AS dan aktivitas kapal militer Iran yang disebut menargetkan kapal-kapal di wilayah itu.
Pentagon dikabarkan sedang mempertimbangkan opsi militer lebih lanjut jika Iran dinilai tidak bernegosiasi dengan itikad baik. Pernyataan keras dari Trump juga menambah kekhawatiran pasar terhadap potensi eskalasi konflik.
Pelaku pasar tetap berhati-hati terhadap dinamika geopolitik yang dapat sewaktu-waktu memicu lonjakan harga energi. Selat Hormuz sendiri menjadi jalur vital bagi sekitar 20% pasokan minyak global, sehingga setiap gangguan di kawasan tersebut berdampak langsung terhadap pasar dunia.
(nng)
Lihat Juga :