India Resmi Larang Ekspor Gula hingga September 2026, Awas Kenaikan Harga
Kamis, 14 Mei 2026 - 22:26 WIB
Data statistik menunjukkan penurunan yang signifikan, ketika India memerlukan sekitar 26-28 juta ton gula per tahun. Sementara produksi gula diperkirakan anjlok menjadi 25,8 juta ton untuk musim 2024-2025 -angka yang bahkan tidak cukup untuk menutupi kebutuhan rakyatnya sendiri.
Dari rekor 11 juta ton pada 2021, ekspor India terus merosot tajam hingga hanya tersisa 900.000 ton pada periode terakhir sebelum larangan ini berlaku.
Selain cuaca, perang di Iran juga mempengaruhi prospek sektor gula karena kekhawatiran terkait impor pupuk. Timur Tengah menyumbang sekitar setengah dari impor pupuk India.
Arab Saudi dikenal sebagai pemasok terbesar diammonium phosphate bagi India, dan Oman adalah pemasok urea terbesar. Kekhawatiran juga muncul dari kelangkaan gas alam cair, bahan baku utama untuk produksi urea. Diketahui Qatar merupakan adalah pemasok LNG impor terbesar bagi India.
Baca Juga: Dukung Swasembada Gula, Pabrik Gula di Sulawesi Siap Diaktifkan Kembali
Dari rekor 11 juta ton pada 2021, ekspor India terus merosot tajam hingga hanya tersisa 900.000 ton pada periode terakhir sebelum larangan ini berlaku.
Selain cuaca, perang di Iran juga mempengaruhi prospek sektor gula karena kekhawatiran terkait impor pupuk. Timur Tengah menyumbang sekitar setengah dari impor pupuk India.
Arab Saudi dikenal sebagai pemasok terbesar diammonium phosphate bagi India, dan Oman adalah pemasok urea terbesar. Kekhawatiran juga muncul dari kelangkaan gas alam cair, bahan baku utama untuk produksi urea. Diketahui Qatar merupakan adalah pemasok LNG impor terbesar bagi India.
Baca Juga: Dukung Swasembada Gula, Pabrik Gula di Sulawesi Siap Diaktifkan Kembali
Lihat Juga :