India Resmi Larang Ekspor Gula hingga September 2026, Awas Kenaikan Harga

Kamis, 14 Mei 2026 - 22:26 WIB
Badan pemeringkat Moody’s mengatakan, bahwa mereka melihat ada efek terhadap inflasi pangan India karena ketergantungan New Delhi pada pupuk impor. Sementara India telah mengakui gangguan pasokan pupuk akibat pengalihan rute pengiriman, yang telah meningkatkan waktu pengantaran. Konflik di Ukraina dan Timur Tengah juga telah meningkatkan harga pupuk secara global.

Siapa yang Paling Terluka?

Kebijakan ini menjadi pukulan telak bagi negara-negara yang selama ini bergantung pada manisnya gula India. Negara-negara di Afrika, seperti Sudan, Libya, dan Somalia, berada di baris terdepan yang terancam mengalami krisis pasokan pangan akibat kebijakan ini.

New Delhi hanya memberikan pengecualian sangat terbatas, yakni bagi pengiriman yang sudah masuk dalam kontrak pemerintah untuk ketahanan pangan nasional negara mitra. Bagaimana dengan Indonesia yang juga dikenal sebagai salah satu pengonsumsi gula yang besar.

Indonesia perlu mewaspadai efek domino dari kebijakan India ini. Diketahui gula adalah bahan baku utama industri makanan dan minuman. Jika harga gula dunia meroket, harga roti, minuman kemasan, hingga camilan favorit Anda bisa ikut naik.

Kenaikan harga komoditas pangan pokok seringkali menjadi pemicu inflasi yang dapat menggerus daya beli masyarakat di pasar-pasar lokal. Indonesia harus berebut pasokan dengan negara lain untuk mencari alternatif dari negara produsen seperti Brasil atau Thailand, yang kemungkinan juga akan menaikkan harga jual mereka.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!