Daftar Negara dengan Cadangan Mineral Tanah Jarang Terbesar Dunia, Ada Tetangga Indonesia
Selasa, 02 Juni 2026 - 07:57 WIB
Pada posisi keempat dan kelima, Australia dan Rusia bersaing ketat dalam mengamankan rantai pasok global. Australia memegang cadangan sebesar 5,7 juta metrik ton dengan emiten lokal seperti Lynas Rare Earths dan Hastings Technology Metals yang agresif membuka tambang baru, sedangkan Rusia yang memiliki cadangan 3,8 juta metrik ton, dan sedang menginvestasikan dana sebesar USD1,5 miliar untuk memodernisasi teknologi pemrosesan mereka.
Baca Juga: Daftar Negara dengan Konsumsi Listrik Terbesar Dunia, Indonesia Masuk Daftar
Potensi menjanjikan juga dimiliki oleh Vietnam dengan cadangan 3,5 juta metrik ton dan Amerika Serikat (AS) dengan 1,9 juta metrik ton. AS bahkan terus bergerak aktif memulihkan rantai pasok dalam negerinya melalui tambang Mountain Pass di California serta mendanai inovasi ekstraksi mineral dari limbah batu bara guna menekan ketergantungan pada pemasok asing.
Melengkapi daftar 10 besar pemilik cadangan tanah jarang dunia, Greenland memiliki cadangan 1,5 juta metrik ton, Tanzania 890.000 metrik ton, dan Afrika Selatan 860.000 metrik ton. Ketiga wilayah ini terus menarik perhatian investor global berkat proyek-proyek masa depan seperti penambangan deposit Ngualla di Tanzania serta pemulihan mineral dari tempat pembuangan limbah (waste dumps) di Phalaborwa, Afrika Selatan.
Baca Juga: Daftar Negara dengan Konsumsi Listrik Terbesar Dunia, Indonesia Masuk Daftar
Potensi menjanjikan juga dimiliki oleh Vietnam dengan cadangan 3,5 juta metrik ton dan Amerika Serikat (AS) dengan 1,9 juta metrik ton. AS bahkan terus bergerak aktif memulihkan rantai pasok dalam negerinya melalui tambang Mountain Pass di California serta mendanai inovasi ekstraksi mineral dari limbah batu bara guna menekan ketergantungan pada pemasok asing.
Melengkapi daftar 10 besar pemilik cadangan tanah jarang dunia, Greenland memiliki cadangan 1,5 juta metrik ton, Tanzania 890.000 metrik ton, dan Afrika Selatan 860.000 metrik ton. Ketiga wilayah ini terus menarik perhatian investor global berkat proyek-proyek masa depan seperti penambangan deposit Ngualla di Tanzania serta pemulihan mineral dari tempat pembuangan limbah (waste dumps) di Phalaborwa, Afrika Selatan.
(nng)
Lihat Juga :