Tak Ada Pergantian Menkeu, Sentimen Pasar Berbalik Positif
Selasa, 09 Juni 2026 - 19:57 WIB
Meski demikian, Aditya menegaskan bahwa pergerakan pasar tidak dapat dijelaskan hanya oleh satu faktor. Menurutnya, arus modal asing, kebijakan suku bunga, kondisi ekonomi global, pergerakan dolar Amerika Serikat, serta ekspektasi terhadap kebijakan pemerintah dan Bank Indonesia juga turut memengaruhi arah pasar.
"Meredanya rumor reshuffle kemungkinan menjadi salah satu katalis positif yang mengurangi kepanikan pasar. Namun, itu bukan satu-satunya faktor yang menentukan penguatan IHSG dan rupiah pada hari ini," ujarnya.
Senada dengan itu, Pengajar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro Semarang Esther Sri Astuti menilai penguatan pasar mencerminkan persepsi investor terhadap stabilitas kebijakan dan prospek ekonomi nasional. Menurut dia, masuknya aliran modal asing menjadi faktor utama dalam menjaga stabilitas rupiah dan mendukung pasar modal. "Yang utama, jika aliran modal besar masuk ke Indonesia dan devisa negara banyak, maka nilai rupiah tidak terdepresiasi," kata Esther.
Baca Juga: Rupiah Terus Melemah, BI Keluarkan Lima Jurus Tambahan
Ia menambahkan, untuk menarik investasi dan modal asing, Indonesia perlu menjaga kepastian hukum, prospek ekonomi yang baik, ketersediaan bahan baku, ekosistem usaha yang mendukung, integrasi rantai pasok global, infrastruktur yang memadai, serta harmonisasi regulasi antara pemerintah pusat dan daerah. Stabilitas di tingkat kementerian, lanjutnya, juga memberikan sinyal positif karena mampu mengurangi ketidakpastian kebijakan jangka pendek dan memperkuat kepercayaan investor terhadap ekonomi Indonesia.
"Meredanya rumor reshuffle kemungkinan menjadi salah satu katalis positif yang mengurangi kepanikan pasar. Namun, itu bukan satu-satunya faktor yang menentukan penguatan IHSG dan rupiah pada hari ini," ujarnya.
Senada dengan itu, Pengajar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro Semarang Esther Sri Astuti menilai penguatan pasar mencerminkan persepsi investor terhadap stabilitas kebijakan dan prospek ekonomi nasional. Menurut dia, masuknya aliran modal asing menjadi faktor utama dalam menjaga stabilitas rupiah dan mendukung pasar modal. "Yang utama, jika aliran modal besar masuk ke Indonesia dan devisa negara banyak, maka nilai rupiah tidak terdepresiasi," kata Esther.
Baca Juga: Rupiah Terus Melemah, BI Keluarkan Lima Jurus Tambahan
Ia menambahkan, untuk menarik investasi dan modal asing, Indonesia perlu menjaga kepastian hukum, prospek ekonomi yang baik, ketersediaan bahan baku, ekosistem usaha yang mendukung, integrasi rantai pasok global, infrastruktur yang memadai, serta harmonisasi regulasi antara pemerintah pusat dan daerah. Stabilitas di tingkat kementerian, lanjutnya, juga memberikan sinyal positif karena mampu mengurangi ketidakpastian kebijakan jangka pendek dan memperkuat kepercayaan investor terhadap ekonomi Indonesia.
(nng)
Lihat Juga :