Tak Lagi Sekadar Hiburan, Industri Entertainment Kini Jadi Ladang Investasi Baru
Kamis, 02 Juli 2026 - 23:03 WIB
Berbeda dengan pelaku industri kreatif pada umumnya, Akshay membawa perspektif strategis dari dunia pasar modal global. Profesional investasi berusia 30 tahun pemegang gelar Master’s in Finance ini telah mengasah keahliannya di sejumlah institusi keuangan internasional terkemuka, termasuk memimpin riset pasar di divisi Equity Research Macquarie Group serta mengeksekusi berbagai transaksi strategis di divisi Investment Banking Mandiri Sekuritas.
Kombinasi rekam jejak finansial yang kuat inilah yang menjadi motor penggerak SHOW Token dalam merevolusi struktur finansial film di Asia Tenggara.
Pengalaman di equity research dan investment banking membentuk pendekatan Akshay dalam melihat sebuah industri. Selama bertahun-tahun, ia terbiasa melakukan analisis fundamental terhadap perusahaan publik, mengevaluasi valuasi bisnis, mengidentifikasi peluang pertumbuhan jangka panjang, hingga memahami bagaimana perubahan perilaku konsumen dapat memengaruhi nilai sebuah perusahaan di mata investor.
Perspektif tersebut kemudian membawanya melihat perubahan yang sedang terjadi pada industri media dan hiburan global. Menurutnya, perusahaan entertainment modern tidak lagi hanya bergantung pada produksi konten semata, melainkan membangun intellectual property, komunitas digital, dan ekosistem kreator yang mampu menciptakan nilai ekonomi secara berkelanjutan.
"Entertainment saat ini berkembang menjadi bisnis yang didorong oleh audience ecosystem, digital engagement, serta intellectual property. Investor mulai melihat bahwa nilai sebuah perusahaan media tidak hanya berasal dari kontennya, tetapi dari kemampuan membangun hubungan jangka panjang dengan komunitas dan menciptakan monetisasi yang berkelanjutan," ujar Akshay.
Ia menilai transformasi tersebut telah mengubah cara investor memandang industri kreatif. Jika sebelumnya sektor hiburan lebih sering diposisikan sebagai bisnis berbasis proyek, kini banyak perusahaan media global berkembang menjadi platform yang menghasilkan pendapatan dari berbagai lini, mulai dari distribusi digital, lisensi intellectual property, creator economy, hingga pemanfaatan teknologi berbasis artificial intelligence.
Kombinasi rekam jejak finansial yang kuat inilah yang menjadi motor penggerak SHOW Token dalam merevolusi struktur finansial film di Asia Tenggara.
Pengalaman di equity research dan investment banking membentuk pendekatan Akshay dalam melihat sebuah industri. Selama bertahun-tahun, ia terbiasa melakukan analisis fundamental terhadap perusahaan publik, mengevaluasi valuasi bisnis, mengidentifikasi peluang pertumbuhan jangka panjang, hingga memahami bagaimana perubahan perilaku konsumen dapat memengaruhi nilai sebuah perusahaan di mata investor.
Perspektif tersebut kemudian membawanya melihat perubahan yang sedang terjadi pada industri media dan hiburan global. Menurutnya, perusahaan entertainment modern tidak lagi hanya bergantung pada produksi konten semata, melainkan membangun intellectual property, komunitas digital, dan ekosistem kreator yang mampu menciptakan nilai ekonomi secara berkelanjutan.
"Entertainment saat ini berkembang menjadi bisnis yang didorong oleh audience ecosystem, digital engagement, serta intellectual property. Investor mulai melihat bahwa nilai sebuah perusahaan media tidak hanya berasal dari kontennya, tetapi dari kemampuan membangun hubungan jangka panjang dengan komunitas dan menciptakan monetisasi yang berkelanjutan," ujar Akshay.
Ia menilai transformasi tersebut telah mengubah cara investor memandang industri kreatif. Jika sebelumnya sektor hiburan lebih sering diposisikan sebagai bisnis berbasis proyek, kini banyak perusahaan media global berkembang menjadi platform yang menghasilkan pendapatan dari berbagai lini, mulai dari distribusi digital, lisensi intellectual property, creator economy, hingga pemanfaatan teknologi berbasis artificial intelligence.
Lihat Juga :