Kedok Perusahaan Cangkang Miliarder Prancis Berharta Rp2.724 Triliun Terbongkar, Alat Sunat Pajak?

Kamis, 09 Juli 2026 - 14:56 WIB
Di puncak struktur gurita tersebut, bertengger sebuah perusahaan asal Belgia bernama Pilinvest. Otoritas pajak menuding Pilinvest sengaja digunakan sebagai "alat" untuk menyunat kewajiban pajak Arnault di Prancis.

Berdasarkan keputusan pengadilan, Arnault kedapatan menguasai hampir seluruh saham Pilinvest yang nilainya ditaksir mencapai USD421,3 juta (setara Rp6,8 triliun).

Kekayaan Ambles Rp11 Triliun dalam Semalam

Menurut data terbaru Forbes, Bernard Arnault saat ini menduduki posisi sebagai orang terkaya nomor satu di Eropa dan orang terkaya kesembilan di dunia dengan estimasi total kekayaan bersih mencapai USD151 miliar yang jika dirupiahkan mencapai Rp2.724 triliun.

Meski angka denda Rp463 miliar terlihat kecil dibanding total hartanya, efek domino dari sentimen negatif kasus pajak ini langsung memukul nilai sahamnya di pasar modal. Kekayaan real-time Arnault dilaporkan langsung merosot sebesar USD641 juta (sekitar Rp11,5 triliun) atau turun 0,42% hanya dalam waktu beberapa jam setelah putusan mencuat.

Kasus yang menimpa bos Louis Vuitton ini memicu debat panas di Eropa mengenai keadilan pajak bagi kaum ultra-rich (super kaya) yang kerap memanfaatkan celah hukum internasional untuk mengamankan aset mereka dari endusan negara.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!