Dolar AS Makin Ganas di Tengah Perang, Harga Minyak Tembus USD90 per Barel

Senin, 20 Juli 2026 - 07:27 WIB
Baca Juga: Iran Beri Ancaman Ekstrem Soal Energi Global: Minyak untuk Semua atau Tidak Sama Sekali



Bagi negara importir minyak seperti Indonesia, lonjakan Brent ke level berkali-kali lipat di atas asumsi makro ini menjadi alarm bahaya karena berpotensi memicu lonjakan subsidi BBM dan inflasi barang impor.

Dolar AS Ngamuk, Mata Uang Global Bertumbangan

Kepanikan geopolitik memaksa para pengelola dana besar mengamankan aset mereka ke dalam bentuk Greenback (dolar AS). Akibatnya, Indeks Dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan volatilitas mata uang paman sam terhadap enam mata uang utama merangkak naik ke level 100.84.

Berikut adalah dampak hantaman keperkasaan dolar terhadap mata uang global pada pagi ini yen Jepang (JPY) keok 0,1% ke level 162.48 per dolar AS, untuk menyentuh posisi terlemahnya sejak 9 Juli. Sedangkan euro (EUR) melemah 0,1% dan tertahan di level USD1,1426.

Dolar Selandia Baru (NZD) juga merosot paling dalam hingga 0,2% ke posisi USD0,5833. Sementara dolar Australia (AUD) ikut terdepresiasi sebesar 0,1% ke level USD0,6975.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!