OJK Dorong Pemulihan Ekonomi dari Daerah

Jum'at, 02 Oktober 2020 - 10:05 WIB
Intermediasi perbankan pun masih tumbuh positif secara year on year, walaupun kembali mengalami sedikit penurunan dibandingkan periode sebelumnya. Hingga Agustus lalu pertumbuhan kredit tercatat 1.04% yoy, didorong oleh pelemahan penyaluran kredit baru oleh bank umum swasta nasional. (Baca juga: Navalny Sebut Putin Berada di Balik Peracunan Dirinya)

Kredit pada bank persero dan bank pembangunan daerah (BPD) masih tumbuh cukup baik. Hal ini menandakan sektor swasta masih berhati-hati atau “wait and see” terhadap outlook risiko ke depan. “Kita akan dorong perbankan mempercepat proses kredit-kredit baru sehingga bisa mengompensasi penurunan kredit di Januari sampai Juni,” kata Wimboh.

Berdasarkan jenis penggunaannya, kredit modal kerja (KMK) masih terkontraksi -0,95% (yoy), sedangkan kredit investasi masih positif 4,56% (yoy). Penurunan kredit modal kerja di Agustus 2020 lalu lebih disebabkan oleh penurunan baki debet KMK beberapa debitur besar.

Berbagai kebijakan stimulus yang diberikan OJK dan pemerintah mampu memberikan dampak positif pada segmen UMKM, tecermin dari kenaikan pertumbuhan yang positif menjadi sebesar 0,18% (MoM Juli-Agustus 2020). Meski secara keseluruhan kredit segmen UMKM yang terkontraksi dari Maret 2020 hingga Juni 2020 membuat kredit UMKM masih terkontraksi -2,35%. (Lihat videonya: Harga Tes Swab akan Segera Dievaluasi)

Dengan berbagai kebijakan yang telah dikeluarkan oleh OJK dan anggota KSSK lain, secara umum profil risiko perbankan masih terjaga pada level yang manageable dengan rasio NPL gross tercatat sebesar 3,22% (Juli: 3,22%). (Hatim Varabi)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!