Sudah Rp176 Triliun Dikucurkan Buat Bansos tapi Konsumsi Tetap Minus, Kok Bisa?
Selasa, 10 November 2020 - 01:38 WIB
Pengamat menilai program bansos tak efektif. Foto/Dok SINDOphoto/Ali Masduki
JAKARTA - Ekonom Indef, Eko Listiyanto menilai bantuan sosial (bansos) yang telah menyasar lebih 50% penduduk dengan bantuan setara Rp600 ribu rupiah per bulan tidak mampu mendorong konsumsi rumah tangga menjadi positif, bahkan dalam kuartal III/2020 sebesar -4,04% atau turun sedikit dari posisi -5,52% pada kuartal II/2020.
Bahkan, untuk konsumsi makanan dan minuman selain restoran juga masih -0,69% atau bergeser sedikit sekali pada kuartal II/2020 yang sebesar -0,73%.
"Ini artinya, untuk kebutuhan pokok saja, masyarakat tidak mampu menyediakan kebutuhannya dengan baik walaupun lebih dari Rp176,38 triliun telah digelontorkan pemerintah hingga 2 November 2020," kata dia di Jakarta, Senin (10/11/2020).
(Baca juga: Pandemi Bikin Pola Konsumsi Pangan Berubah, Awas Ancam Daya Serap Produk Petani )
Bahkan, untuk konsumsi makanan dan minuman selain restoran juga masih -0,69% atau bergeser sedikit sekali pada kuartal II/2020 yang sebesar -0,73%.
"Ini artinya, untuk kebutuhan pokok saja, masyarakat tidak mampu menyediakan kebutuhannya dengan baik walaupun lebih dari Rp176,38 triliun telah digelontorkan pemerintah hingga 2 November 2020," kata dia di Jakarta, Senin (10/11/2020).
(Baca juga: Pandemi Bikin Pola Konsumsi Pangan Berubah, Awas Ancam Daya Serap Produk Petani )
Lihat Juga :