Neraca Dagang Surplus, Sayang Bukan Karena Ekonomi Membaik

Senin, 16 November 2020 - 14:01 WIB
Berdasarkan jenis barang, sambung dia, impor untuk barang modal merosot hingga -284,5% (yoy) dan -13,33 persen (mtm). Sedangkan bahan baku merosot sangat tajam di angka -415,7% (yoy) dan -5% (mtm).

"Artinya, keadaan ini menunjukkan kegiatan ekonomi di Indonesia masih jauh dari kata baik. Banyak pabrik-pabrik yang belum produksi secara optimal. Masih banyak pabrik yang tutup," sebut Huda.

(Baca Juga: Ekspor Impor Kontraksi, Akibatnya Neraca Dagang Surplus Terus)

Dihubungi terpisah, Direktur Riset CORE Indonesia Piter Abdulah pun mengamini bahwa surplus perdagangan Oktober terjadi bukan karena pertumbuhan ekspor yang sangat besar. Surplus terjadi Lebih disebabkan oleh impor yang masih turun drastis dibandingkan tahun Lalu.

Dia pun memperkirakan surplus masih akan berlanjut selama industri Indonesia belum beroperasi normal sehingga impor masih terus terkontraksi. "Tapi surplus ini Akan mengurangi tekanan terhadap nilai tukar rupiah, memunculkan market confident," imbuhnya.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!