PLN Disuntik PMN Rp5 Triliun Tahun Depan, Ini Rincian Alokasinya
Rabu, 18 November 2020 - 12:44 WIB
Rinciannya adalah Rp2 triliun untuk transmisi dan gardu induk. Rp3 triliun untuk distribusi termasuk pembangkit energi baru terbarukan, dan penunjang listrik desa.
Sementara untuk estimasi PMN 2021, perseroan juga mencatat, untuk regional Sumatera-Kalimantan sebesar 37 persen. Regional Jawa-Madura-Bali 28 persen, dan regional Sulawesi-Maluku-NTT-Papua sebesar 34 persen.
(Baca juga: Disuntik Rp37,38 Triliun, Kinerja BUMN Harus Moncer )
Untuk diketahui, dalam rentang waktu antara 2015-2020 nilai PMN yang telah diperoleh oleh PLN mencapai 64,05 persen untuk pembangunan transmisi dan gardu induk, pembangkit baik energi baru terbarukan dan non EBT. Sementara, Sementar sektor distribusi listrik desa mencapai 35,95 persen.
"Dari nilai PMN tersebut dari rentan waktu 2015 sampai 2020 alokasi total untuk sektor konstruksi seperti pembangunan transmisi dan gardu induk serta pembangkit baik energi baru terbarukan dan non EBT adalah 64,05 persen. Sementar sektor distribusi lisdes mencapai 35,95 persen," ujar dia.
Sementara untuk estimasi PMN 2021, perseroan juga mencatat, untuk regional Sumatera-Kalimantan sebesar 37 persen. Regional Jawa-Madura-Bali 28 persen, dan regional Sulawesi-Maluku-NTT-Papua sebesar 34 persen.
(Baca juga: Disuntik Rp37,38 Triliun, Kinerja BUMN Harus Moncer )
Untuk diketahui, dalam rentang waktu antara 2015-2020 nilai PMN yang telah diperoleh oleh PLN mencapai 64,05 persen untuk pembangunan transmisi dan gardu induk, pembangkit baik energi baru terbarukan dan non EBT. Sementara, Sementar sektor distribusi listrik desa mencapai 35,95 persen.
"Dari nilai PMN tersebut dari rentan waktu 2015 sampai 2020 alokasi total untuk sektor konstruksi seperti pembangunan transmisi dan gardu induk serta pembangkit baik energi baru terbarukan dan non EBT adalah 64,05 persen. Sementar sektor distribusi lisdes mencapai 35,95 persen," ujar dia.
Lihat Juga :