Otsus Membawa Orang Papua Menuju Kemakmuran dan Kesejahteraan
Kamis, 03 Desember 2020 - 01:27 WIB
Menurutnya, Otsus ini telah membawa perubahan radikal bagi Papua. Di antaranya soal anggaran. Dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang awalnya Rp700 sampai Rp800 miliar sejak 2001 lalu meningkat menjadi triliunan setiap tahun. Lalu bertambahnya DOB (Daerah Otonomoi Baru) yang merupakan bagian dari strategi khusus untuk mempercepat orang Papua keluar dari keterbelakangan.
"Dari adanya Daerah Otonomi Baru ini, ini memberi peluang besar bagi orang Papua untuk menjadi pemimpin di tanahnya sendiri di negerinya sendiri, menjadi Bupati, menjadi gubernur, menjadi wakil, menjadi DPR dan sebagainya itu sebenarnya perubahan radikal yang dirasakan orang Papua sejak 2001 dengan berlakunya undang-undang nomor 1 tahun 2001," jelasnya.
"80 sampai 90 persen, orang Papua menjadi pemimpin di tanah ini," lanjutnya.
(Baca Juga: John Wempi Wetipo: Otsus Dianggap Gagal karena Pejabat Daerah Tidak Transparan )
Selain itu, pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) sangat masif. Hal itu terlihat karena saat ini orang Papua telah banyak yang sekolah di dalam negeri atau pun di luar negeri ungkap Balthasar yang meraih gelar Doktornya di Universitas Hasanuddin ini.
"Lalu ada kebijakan-kebijakan dalam pemanfaatan orang Papua di tingkat pusat di Kementerian lembaga itu terjadi pada saat ini," ujar Balthasar yang pernah menjadi Menteri Lingkungan Hidup pada 2011 sampai 2014.
"Dari adanya Daerah Otonomi Baru ini, ini memberi peluang besar bagi orang Papua untuk menjadi pemimpin di tanahnya sendiri di negerinya sendiri, menjadi Bupati, menjadi gubernur, menjadi wakil, menjadi DPR dan sebagainya itu sebenarnya perubahan radikal yang dirasakan orang Papua sejak 2001 dengan berlakunya undang-undang nomor 1 tahun 2001," jelasnya.
"80 sampai 90 persen, orang Papua menjadi pemimpin di tanah ini," lanjutnya.
(Baca Juga: John Wempi Wetipo: Otsus Dianggap Gagal karena Pejabat Daerah Tidak Transparan )
Selain itu, pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) sangat masif. Hal itu terlihat karena saat ini orang Papua telah banyak yang sekolah di dalam negeri atau pun di luar negeri ungkap Balthasar yang meraih gelar Doktornya di Universitas Hasanuddin ini.
"Lalu ada kebijakan-kebijakan dalam pemanfaatan orang Papua di tingkat pusat di Kementerian lembaga itu terjadi pada saat ini," ujar Balthasar yang pernah menjadi Menteri Lingkungan Hidup pada 2011 sampai 2014.
Lihat Juga :