Warning Krisis Utang Negara Berkembang! Bank Dunia Sebut Beban Makin Berat

Rabu, 06 Januari 2021 - 12:35 WIB
"Jika sejarah menjadi panduan, ekonomi global sedang menuju satu dekade kekecewaan pertumbuhan kecuali pembuat kebijakan melakukan reformasi yang komprehensif untuk meningkatkan pendorong fundamental dari pertumbuhan ekonomi yang adil dan berkelanjutan," papar dia.

Maka dari itu, sambungnya, pembuat kebijakan perlu terus mempertahankan pemulihan, secara bertahap beralih dari dukungan pendapatan ke kebijakan yang meningkatkan pertumbuhan.

Dalam jangka panjang, di pasar negara berkembang kebijakan untuk meningkatkan layanan kesehatan dan pendidikan, infrastruktur digital, ketahanan iklim, serta praktik bisnis dan tata kelola akan membantu mengurangi kerusakan ekonomi yang disebabkan oleh pandemi, mengurangi kemiskinan, dan memajukan kesejahteraan bersama.

"Dalam konteks posisi fiskal yang lemah dan utang yang meningkat, reformasi kelembagaan untuk memacu pertumbuhan organik menjadi sangat penting," imbuh Ayhan.

(Baca Juga: Sri Mulyani Minta Akses Vaksin Covid-19 untuk Negara Berkembang Dipermudah )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!