Perkuat Listrik Jawa-Bali, 25 Smart Grid Akan Dibangun hingga 2024
Rabu, 10 Februari 2021 - 23:41 WIB
"Tantangan untuk implementasi Smart Grid di Indonesia adalah biaya investasi yang besar, organisasi sistem pelaksanaan mengenai komitmen organisasi, selain itu peraturan untuk standarisasi dan teknologi yang menuntut pengaplikasian yang berbeda," ungkap Senda.
Baca Juga: Smart Meter Listrik Akan Terpasang ke 1 Juta Pelanggan di 2022
Executive Vice President (EVP) Perencanaan Koorporat PT PLN (Persero) Hot Martua Baraka dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa PLN telah melakukan beberapa pilot project Smart Grid. Saat ini beberapa proyek Smart grid sedang berjalan sesuai dengan RPJPM 2020-2024 dan telah ditetapkan sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) sesuai PERPRES No. 18 tahun 2020.
"Pada tahap awal, implementasi Smart Grid berfokus kepada keandalan, efisiensi, customer experience dan produktivitas grid. Sedangkan tahap berikutnya PLN berfokus kepada ketahanan (resiliency), customer engagement, sustainability dan self-healing," ujarnya.
Baca Juga: Smart Meter Listrik Akan Terpasang ke 1 Juta Pelanggan di 2022
Executive Vice President (EVP) Perencanaan Koorporat PT PLN (Persero) Hot Martua Baraka dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa PLN telah melakukan beberapa pilot project Smart Grid. Saat ini beberapa proyek Smart grid sedang berjalan sesuai dengan RPJPM 2020-2024 dan telah ditetapkan sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) sesuai PERPRES No. 18 tahun 2020.
"Pada tahap awal, implementasi Smart Grid berfokus kepada keandalan, efisiensi, customer experience dan produktivitas grid. Sedangkan tahap berikutnya PLN berfokus kepada ketahanan (resiliency), customer engagement, sustainability dan self-healing," ujarnya.
(akr)
Lihat Juga :