Investor Pemula Perlu Memperkuat Literasi

Kamis, 04 Maret 2021 - 08:51 WIB
(Baca Juga : Hati-Hati Fenomena Pom-Pom Saham dan FOMO di Kalangan Investor Pemula )

''Keterbukaan itu penting,''katanya. Kasus-kasus yang terjadi di pasar modal, kata Andreas, meskipun tak berpengaruh terhadap aktivitas investasi individu, namun bisa dipetik pelajaran dari masalah tersebut. "Misalnya kasus sedang ramai menyangkut Jiwasraya, Jamsostek atau lainnya,''tuturnya. Kolaborasi para pemangku kepentingan dinilai penting agar kasus pengelolaan dana investasi tidak merugikan masyarakat secara langsung. Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (ASPEK Indonesia) menilai tren melonjaknya laporan transaksi keuangan mencurigakan (LTKM) di pasar modal perlu diwaspadai. Data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) yang belum lama ini dirilis menunjukkan sampai Desember 2020 lalu, transaksi mencurigakan di pasar modal menembus angka 443 kasus.

ASPEK Indonesia juga menduga ada pihak dengan latar belakang yang sama, antara lain oknum perusahaan efek/sekuritas dan oknum manajer investasi yang terlibat dalam serangkain kasus di pasar modali. "Kami mendukung Kejaksaan Agung untuk serius dan transparan dalam membongkar tuntas kasus yang merugikan masyarakat, khususnya para pekerja di Indonesia," tegas Presiden ASPEK Mirah Sumirat di Jakarta, belum lama ini. Dalam beberapa kasus, Kejaksaan Agung (Kejagung) telah memeriksa beberapa pihak.

(Baca Juga : Kasus Rp20 Triliun di BPJS Ketenagakerjaan Diduga Melibatkan Mafia Pasar Modal )

Di kasus BP Jamsostek misalnya, Kejagung telah memeriksa Presdir Mirae Aset Sekuritas Tae Yong Shim, warga negara Korea sebagai saksi. Juga Irwanti, Direktur Schroder Investment Management. Isna dari PT Samuel Asset Management, dan Direktur UOB Kay Hian Sekuritas, Yacinta. ASPEK Indonesia menilai, pemerintah melalui Kejaksaan Agung, Badan Pemeriksa Keuangan, PPATK, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diminta menjalankan kewenangannya secara maksimal agar kejahatan yang terorganisasi di pasar modal ini tidak lagi terjadi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!