Rokok Murah Marak Ancam Kualitas SDM Indonesia

Rabu, 24 Maret 2021 - 22:52 WIB
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
JAKARTA - Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menargetkan pembangunan sumber daya manusia (SDM) berkualitas di Indonesia harus dapat tercapai tanpa ancaman bahaya rokok. Selama ini beban akibat rokok dinilai menimbulkan masalah dalam pencapaian SDM yang produktif dan berkualitas sesuai target RPJMN 2020-2024.

Asisten Deputi Pengendalian dan Penanggulangan Penyakit Kemenko PMK Nancy Dian Anggraeni mengatakan, pihaknya mempunyai amanah untuk mengawal pembangunan SDM yang berkualitas untuk mencapai Indonesia menjadi negara maju pada 2045. ( Baca juga:Dihajar Pandemi, GAPPRI Mengetuk Pintu Hati Jokowi )



Sayangnya, rokok menjadi ancaman besar bagi kualitas SDM Indonesia. Oleh karena itu upaya pengendalian konsumsi tembakau harus dilakukan dengan sinergi dan kolaborasi lintas sektor.

“Merokok menjadi masalah, khususnya prevalensi perokok anak. Pada anak usia kurang dari 18 tahun, prevalensinya terus meningkat. Sebelumnya targetnya turun pada 2019, namun ternyata targetnya tidak bisa kita raih, malah naik jumlahnya menjadi 9,1%. Akibat rokok yang menimbulkan masalah SDM produktif ini berpotensi mengganggu SDM berkualitas,” kata Nancy di Jakarta, Rabu (24/3/2021).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!