Meski Terbatas, BI Sebut Bunga Kredit Perbankan Terus Menurun
Selasa, 25 Mei 2021 - 19:51 WIB
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyatakan bahwa bunga kredit perbankan terus mengalami penurunan meskipun terbatas. Penurunan bunga itu seiring dengan rendahnya suku bunga kebijakan moneter dan likuiditas yang masih longgar.
Berdasarkan data yang diperoleh, pasar uang dan pasar dana, suku bunga PUAB overnight dan suku bunga deposito perbankan telah menurun. Masing-masing sebesar 155 bps (yoy) dan 196 bps (yoy) menjadi 2,79% dan 3,76% pada Maret 2021.
Baca juga:Erick Thohir Ingin Rekrut Putra-Putri Papua Jadi Petinggi BUMN
"Di pasar kredit, suku bunga dasar kredit (SBDK) perbankan telah menurun sebesar 174 bps (yoy) menjadi 8,9% pada Maret 2021," ujar Perry di Jakarta, Selasa(25/5/2021).
Dari data tersebut, kelompok bank badan usaha milik negara (BUMN) mencatatkan penurunan SBDK yang paling dalam di antara kelompok bank lainnya, yaitu sebesar 270 bps (yoy) pada Maret 2021.
"Untuk SBDK kelompok bank lainnya masih menurun secara terbatas. Namun di sisi lain, penurunan SBDK tersebut belum diikuti dengan penurunan suku bunga kredit baru secara sepadan, yaitu hanya menurun sebesar 59 bps (yoy) pada periode yang sama," terang Perry.
Berdasarkan data yang diperoleh, pasar uang dan pasar dana, suku bunga PUAB overnight dan suku bunga deposito perbankan telah menurun. Masing-masing sebesar 155 bps (yoy) dan 196 bps (yoy) menjadi 2,79% dan 3,76% pada Maret 2021.
Baca juga:Erick Thohir Ingin Rekrut Putra-Putri Papua Jadi Petinggi BUMN
"Di pasar kredit, suku bunga dasar kredit (SBDK) perbankan telah menurun sebesar 174 bps (yoy) menjadi 8,9% pada Maret 2021," ujar Perry di Jakarta, Selasa(25/5/2021).
Dari data tersebut, kelompok bank badan usaha milik negara (BUMN) mencatatkan penurunan SBDK yang paling dalam di antara kelompok bank lainnya, yaitu sebesar 270 bps (yoy) pada Maret 2021.
"Untuk SBDK kelompok bank lainnya masih menurun secara terbatas. Namun di sisi lain, penurunan SBDK tersebut belum diikuti dengan penurunan suku bunga kredit baru secara sepadan, yaitu hanya menurun sebesar 59 bps (yoy) pada periode yang sama," terang Perry.
Lihat Juga :