RI Hadapi Tantangan Dalam Mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca
Jum'at, 18 Juni 2021 - 20:05 WIB
(Baca Juga : Tekad Luhut: Emisi Gas Rumah Kaca Susut 38% di 2030 )
Terkait transisi energi yang saat ini sedang dilakukan di Indonesia, menurut Mamit butuh waktu, sebab transisi energi ini butuh modal yang tidak sedikit dan butuh pembangunan infrastruktur.
“Ini cukup berat karena masih ketergantungan dengan energi murah terutama batubara,”ujarnya. Transisi energi harus tetap dilakukan secara bertahap, terlebih lagi kita masih memiliki target-target yang memang harus dicapai seperti 1 juta barel di 2030, pembangunan RDMP (Refinery Development Master Plan) dan GRR (Grass Root Refinery) sedang berjalan.
Dia mengatakan, transisi energi buka hal yang tidak mungkin untuk dicapai, akan tetapi menjadi suatu keharusan, sehingga transisinya bisa berjalan mengikuti perkembangan dan kebutuhan masyarakat Indonesia.“Jangan sampai transisi energi ini justru akan memberatkan masyarakat dengan kenaikan-kenaikan tarif ke depannya,” paparnya.
Terkait transisi energi yang saat ini sedang dilakukan di Indonesia, menurut Mamit butuh waktu, sebab transisi energi ini butuh modal yang tidak sedikit dan butuh pembangunan infrastruktur.
“Ini cukup berat karena masih ketergantungan dengan energi murah terutama batubara,”ujarnya. Transisi energi harus tetap dilakukan secara bertahap, terlebih lagi kita masih memiliki target-target yang memang harus dicapai seperti 1 juta barel di 2030, pembangunan RDMP (Refinery Development Master Plan) dan GRR (Grass Root Refinery) sedang berjalan.
Dia mengatakan, transisi energi buka hal yang tidak mungkin untuk dicapai, akan tetapi menjadi suatu keharusan, sehingga transisinya bisa berjalan mengikuti perkembangan dan kebutuhan masyarakat Indonesia.“Jangan sampai transisi energi ini justru akan memberatkan masyarakat dengan kenaikan-kenaikan tarif ke depannya,” paparnya.
(dar)
Lihat Juga :