Sandiaga Uno Apresiasi Program Co-Firing PLN Untungkan Warga Ende

Jum'at, 25 Juni 2021 - 20:54 WIB
Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Ropa di Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT). Foto: Dokumentasi PLN
ENDE - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno mengapresiasi program co-firing PLN yang memanfaatkan hasil olahan sampah biomassa (pelet) menjadi bahan bakar Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Ropa di Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Tak hanya untuk pembangkit, pelet juga dimanfaatkan warga Ende sebagai bahan bakar memasak. Sandiaga berharap, program ini terus dilanjutkan untuk menjaga kelestarian lingkungan.



Baca juga:Dukung Peningkatan Investasi Sulsel, PLN Operasikan GI Daya Baru

Ia pun mengajak setiap pihak mendorong kualitas dan keberlanjutan pariwisata di Ende. Ini mengingat di wilayah tersebut terdapat ratusan destinasi wisata, baik itu wisata alam dan budaya.

"Ayo gerak bersama antara PLN, Pemerintah Kabupaten Ende, garap potensi pariwisata bersama. Pada intinya kami sangat support, karena pariwisata yang berkualitas di era pandemi mengutamakan pariwisata yang bersih, ramah dan berkelanjutan," ujarnya saat kickoff continuous run cofiring di PLTU Ropa dan Wisata Energi Bersih di Kabupaten Ende, Jumat (25/6/2021).

Direktur Mega Proyek dan EBT PLN, Wiluyo Kusdwiharto menjelaskan, program co-firing merupakan bagian dari transformasi PLN untuk mendukung program peningkatan bauran energi baru terbarukan 23 persen hingga 2025.

Tak hanya di Ende, program co-firing juga dilakukan PLN di 54 lokasi PLTU di Indonesia hingga 2024. Dua di antaranya berada di Sulsel, PLTU Barru (2x50 MW) danPLTU Punagaya (2x100 MW). Wiluyo berharap program ini dapat menjadi solusi penanganan sampah sekaligus membangun ekonomi kerakyatan di daerah.

Baca juga:Listriki 18 Desa Terpencil di NTT, PLN Kucurkan Rp20,8 Miliar

PLN memulai program co-firing di Ende tahun lalu. Melalui program ini, PLN melatih warga setempat mengolah sampah biomassa menjadi pelet dengan membangun tempat pengolahan sampah. Sampah yang dijadikan pelet ini berasal dari sampah sisa masakan, dedaunan, sampah rumput dan organik lainnya.

Awalnya, pelet yang dihasilkan warga Ende hanya akan dimanfaatkan untuk program co-firing di PLTU Ropa. Namun karena selama ini warga Ende masih banyak menggunakan minyak tanah dan kayu bakar untuk memasak, PLN didukung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ende mengajak warga menfaatkan pelet sebagai bahan bakar memasak.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!