Nasib Buruh Pabrik di Saat Pandemi: Terjepit di Antara Pernyataan Luhut dan Agus Gumiwang
Jum'at, 16 Juli 2021 - 11:37 WIB
Foto/ilustrasi/SINDOnews
JAKARTA - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat tidak berjalan efektif bagi pelaku usaha dan buruh di pabrik. KSPI mengaku melihat kondisi di lapangan saat ini, ada sebanyak 10% buruh yang tertular, namun produksi tetap jalan meski tidak maksimal.
"Yang telah berjalan di lapangan ditemukan oleh KSPI, tingkat penyebaran buruh 10% lebih ada beberapa perusahaan misal sektor otomotif melakukan tracing bagi 1.500-2.000 karyawan ada 400 karyawan yang reaktif, tapi sisanya yang negatif masih harus tetap produsi di pabrik," kata Said Iqbal saat dihubungi oleh Tim MNC News Portal Indonesia, Jumat (16/07/2021).
Baca juga:Angka Kasus Harian Tinggi, Satgas COVID-19 Beralasan karena Penularan di Keluarga
Dirinya memaparkan dalam suatu pabrik manufaktur tidak mungkin karyawan bisa menjaga jarak dan menerapkan work from home (WFH).
"Yang telah berjalan di lapangan ditemukan oleh KSPI, tingkat penyebaran buruh 10% lebih ada beberapa perusahaan misal sektor otomotif melakukan tracing bagi 1.500-2.000 karyawan ada 400 karyawan yang reaktif, tapi sisanya yang negatif masih harus tetap produsi di pabrik," kata Said Iqbal saat dihubungi oleh Tim MNC News Portal Indonesia, Jumat (16/07/2021).
Baca juga:Angka Kasus Harian Tinggi, Satgas COVID-19 Beralasan karena Penularan di Keluarga
Dirinya memaparkan dalam suatu pabrik manufaktur tidak mungkin karyawan bisa menjaga jarak dan menerapkan work from home (WFH).
Lihat Juga :