Perdagangan RI-China Tak Lagi Pakai Dolar AS, Awas Ada Risikonya
Rabu, 28 Juli 2021 - 06:11 WIB
Indonesia dan China akan menggunakan mata uang rupiah-yuan dalam transaksi perdagangan, sehingga tidak lagi menggunakan dolar Amerika Serikat (AS). Foto/Dok
JAKARTA - Indonesia dan China akan menggunakan mata uang rupiah-yuan dalam transaksi perdagangan , sehingga tidak lagi menggunakan dolar Amerika Serikat (AS). Direktur Eksekutif Next Policy Fithra Faisal mengatakan, kesepakatan kedua negara tersebut merupakan langkah strategis karena mengurangi risiko volatilitas terhadap dolar AS. Meski begitu, masih ada risiko lain yang harus diwaspadai.
"Bukan artinya volatilitas hilang sama sekali. Dengan China membuka diri, artinya dinamika yang terjadi di China akan terserap pada yuan dan juga berdampak pada Indonesia," ujarnya dalam Market Review IDX Channel.
Baca Juga: Menangkap Peluang dalam Skema Baru Perdagangan Inggris Pasca-Brexit
Fithra menuturkan, mata uang yuan ini merupakan nilai tukar yang potensial karena dari ukuran ekonominya sudah meningkat secara signifikan. Pada awal tahun 2000-an, China hanya menyumbang paling banyak 10% terhadap output global.
"Bukan artinya volatilitas hilang sama sekali. Dengan China membuka diri, artinya dinamika yang terjadi di China akan terserap pada yuan dan juga berdampak pada Indonesia," ujarnya dalam Market Review IDX Channel.
Baca Juga: Menangkap Peluang dalam Skema Baru Perdagangan Inggris Pasca-Brexit
Fithra menuturkan, mata uang yuan ini merupakan nilai tukar yang potensial karena dari ukuran ekonominya sudah meningkat secara signifikan. Pada awal tahun 2000-an, China hanya menyumbang paling banyak 10% terhadap output global.
Lihat Juga :