Utang Tembus Rp6.000 Triliun, Sri Mulyani Yakin RI Bisa Bayar
Rabu, 25 Agustus 2021 - 14:10 WIB
Menkeu Sri Mulyani. Foto/Dok
JAKARTA - Pandemi Covid-19 membuat hutang Indonesia terus meningkat. Meski begitu, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyatakan optimis bisa membayar utang Indonesia yang menyentuh Rp6.000 triliun hingga akhir kuartal II/2021. Salah satu instrumen yang akan dioptimalkan adalah perpajakan.
"Meskipun kita menghadapi pandemi dan penerimaan negara kita merosot, oleh karena itu kita masih harus mengalami defisit dan berutang. Namun, kita yakin bisa membayar lagi apabila penerimaan pajak bisa dikumpulkan," kata Sri Mulyani dalam video virtual, Rabu (24/8/2021).
Baca juga: Utang Luar Negeri RI Hampir Tembus Rp6.000 Triliun di Kuartal II 2021
Menkeu menjelaskan, pajak juga digunakan untuk membangun berbagai hal lain yang juga penting. Salah satunya pembangunan infrastruktur. "Selama ini kita selalu membicarakan hasil pajak seolah-olah untuk bidang yang mudah dilihat seperti membangun infrastruktur, membangun sekolah. Namun sebetulnya pajak juga membangun berbagai hal yang luar biasa penting, termasuk dukungan untuk seluruh para pendidik di Indonesia baik di sekolah negeri, sekolah madrasah, itu semua mendapat dukungan dari pajak," tuturnya.
"Meskipun kita menghadapi pandemi dan penerimaan negara kita merosot, oleh karena itu kita masih harus mengalami defisit dan berutang. Namun, kita yakin bisa membayar lagi apabila penerimaan pajak bisa dikumpulkan," kata Sri Mulyani dalam video virtual, Rabu (24/8/2021).
Baca juga: Utang Luar Negeri RI Hampir Tembus Rp6.000 Triliun di Kuartal II 2021
Menkeu menjelaskan, pajak juga digunakan untuk membangun berbagai hal lain yang juga penting. Salah satunya pembangunan infrastruktur. "Selama ini kita selalu membicarakan hasil pajak seolah-olah untuk bidang yang mudah dilihat seperti membangun infrastruktur, membangun sekolah. Namun sebetulnya pajak juga membangun berbagai hal yang luar biasa penting, termasuk dukungan untuk seluruh para pendidik di Indonesia baik di sekolah negeri, sekolah madrasah, itu semua mendapat dukungan dari pajak," tuturnya.
Lihat Juga :