Proyek Strategis Pengungkit Ekonomi
Sabtu, 30 Mei 2020 - 06:02 WIB
Dia menyebut dari data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) bahwa dari setiap nilai proyek sebesar Rp1 triliun bisa menyerap belasan ribu tenaga kerja. Adapun total nilai 89 PSN adalah Rp1.442 triliun. Berdasarkan hitungan inilah muncul estimasi PSN bisa menyerah 19 juta tenaga kerja.
“Jadi, ini adalah proyek yang sifatnya adalah pembangunan. Kita lihat bahwa proyek ini dalam periode 2020-2024, ini ditargetkan bisa menyerap tenaga kerja setiap tahunnya sebanyak 4 juta. Atau, selama proyek itu berjalan, agregatnya bisa mencapai 19 juta orang yang bekerja dalam proyek selama lima tahun ini,” ucap Airlangga kemarin.
Dia menuturkan, ada kriteria yang harus dipenuhi untuk menjadi proyek strategis nasional (PSN). Kriterianya adalah memiliki peran terhadap perekonomian, kesejahteraan sosial, lapangan kerja dan sosial ekonomi masyarakat, serta keberlanjutan lingkungan hidup.
Selain itu, juga harus selaras dengan sektor lain, terutama pembangunan infrastruktur dengan kawasan industri, kawasan pertumbuhan ekonomi, kawasan wisata, dan proyek didistribusikan secara nasional. “Dan proyek memiliki batas nilai investasi sekitar Rp500 miliar. Walaupun ada proyek-proyek di bawah itu yang dianggap strategis dan masuk dalam PSN ini,” katanya.
Ketua Umum DPP Partai Golkar ini kemudian memaparkan, 89 PSN yang direkomendasikan terdiri atas 56 proyek merupakan program usulan baru, 10 proyek merupakan proyek perluasan, dan 15 proyek dikelompokkan dalam program baru dan 8 proyek ketenagalistrikan. Secara terperinci, PSN di antaranya terkait dengan jalan dan jembatan, 5 proyek bandara dengan nilai Rp5,66 triliun, 5 proyek kawasan industri dengan nilai Rp327,2 triliun, 13 proyek bendungan dan irigasi Rp 71,8 triliun, 1 proyek tanggul laut Rp5,68 triliun, dan 1 program dan 2 proyek smelter. (Baca juga: Kereta Cepat Berlanjut, Erick: Lapangan Kerja Bertambah)
“Ada juga proyek penyediaan lahan pangan yang berada di Kalimantan Tengah dan ini sedang disiapkan. Lima proyek pelabuhan, 6 proyek kereta api, 13 proyek kawasan perbatasan, 12 proyek energi, 6 proyek air bersih, 1 proyek pengelolaan sampah, dan 3 proyek pengembangan teknologi termasuk teknologi drone senilai Rp27,17 triliun,” paparnya.
Airlangga menyebut proyek tersebut tersebar di beberapa wilayah. Di antaranya Sumatera sebanyak 7 proyek senilai Rp 117 triliun, Jawa 25 proyek senilai Rp462 triliun, dan Kalimantan 17 proyek Rp 144 triliun. Kemudian Sulawesi 8 proyek Rp 208 triliun, Bali dan Nusa Tenggara 12 proyek Rp 28 triliun. “Skala nasional ada 11 proyek Rp351 triliun, dan juga Maluku-Papua Rp11 triliun,” pungkasnya.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memastikan seluruh pengerjaan proyek infrastruktur tetap berjalan pada tahun ini. Meski begitu, anggaran Kementerian PUPR menghemat Rp44 triliun dari total DIPA anggaran sebesar Rp120 triliun pada tahun ini untuk penanganan Covid-19.
“Jadi, ini adalah proyek yang sifatnya adalah pembangunan. Kita lihat bahwa proyek ini dalam periode 2020-2024, ini ditargetkan bisa menyerap tenaga kerja setiap tahunnya sebanyak 4 juta. Atau, selama proyek itu berjalan, agregatnya bisa mencapai 19 juta orang yang bekerja dalam proyek selama lima tahun ini,” ucap Airlangga kemarin.
Dia menuturkan, ada kriteria yang harus dipenuhi untuk menjadi proyek strategis nasional (PSN). Kriterianya adalah memiliki peran terhadap perekonomian, kesejahteraan sosial, lapangan kerja dan sosial ekonomi masyarakat, serta keberlanjutan lingkungan hidup.
Selain itu, juga harus selaras dengan sektor lain, terutama pembangunan infrastruktur dengan kawasan industri, kawasan pertumbuhan ekonomi, kawasan wisata, dan proyek didistribusikan secara nasional. “Dan proyek memiliki batas nilai investasi sekitar Rp500 miliar. Walaupun ada proyek-proyek di bawah itu yang dianggap strategis dan masuk dalam PSN ini,” katanya.
Ketua Umum DPP Partai Golkar ini kemudian memaparkan, 89 PSN yang direkomendasikan terdiri atas 56 proyek merupakan program usulan baru, 10 proyek merupakan proyek perluasan, dan 15 proyek dikelompokkan dalam program baru dan 8 proyek ketenagalistrikan. Secara terperinci, PSN di antaranya terkait dengan jalan dan jembatan, 5 proyek bandara dengan nilai Rp5,66 triliun, 5 proyek kawasan industri dengan nilai Rp327,2 triliun, 13 proyek bendungan dan irigasi Rp 71,8 triliun, 1 proyek tanggul laut Rp5,68 triliun, dan 1 program dan 2 proyek smelter. (Baca juga: Kereta Cepat Berlanjut, Erick: Lapangan Kerja Bertambah)
“Ada juga proyek penyediaan lahan pangan yang berada di Kalimantan Tengah dan ini sedang disiapkan. Lima proyek pelabuhan, 6 proyek kereta api, 13 proyek kawasan perbatasan, 12 proyek energi, 6 proyek air bersih, 1 proyek pengelolaan sampah, dan 3 proyek pengembangan teknologi termasuk teknologi drone senilai Rp27,17 triliun,” paparnya.
Airlangga menyebut proyek tersebut tersebar di beberapa wilayah. Di antaranya Sumatera sebanyak 7 proyek senilai Rp 117 triliun, Jawa 25 proyek senilai Rp462 triliun, dan Kalimantan 17 proyek Rp 144 triliun. Kemudian Sulawesi 8 proyek Rp 208 triliun, Bali dan Nusa Tenggara 12 proyek Rp 28 triliun. “Skala nasional ada 11 proyek Rp351 triliun, dan juga Maluku-Papua Rp11 triliun,” pungkasnya.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memastikan seluruh pengerjaan proyek infrastruktur tetap berjalan pada tahun ini. Meski begitu, anggaran Kementerian PUPR menghemat Rp44 triliun dari total DIPA anggaran sebesar Rp120 triliun pada tahun ini untuk penanganan Covid-19.
Lihat Juga :